CakNun.com
Daur-II055

Tak Kunjung Lulus Iqra`

Apakah manusia memang selalu “salah baca”? Sejak Bapak Adam Ibu Hawa sampai hari ini selalu dan terus saja salah baca? Sehingga Engkau titipkan kunci Iqra` itu melalui kekasih-Mu, kepada kami semua yang tersisa?

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu[1] (Al-Maidah: 3). Telah Ia sempurnakan segala ilmu, cara, dan pelaksanaan untuk mewujudkan “ketundukan” kepada-Nya. Yakni dengan cara Islam, suatu program penyelamatan, visi misi, garis haluan dan petunjuk pelaksanaan untuk menyelamatkan sesama manusia dan alam semesta. Untuk “rahmatan lil’alamin” sepenuh-penuhnya.

Dan Ia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya[2] (Al-Baqarah: 31). Dipaparkan kepada Adam berbagai fenomena, pola, dan probabilitas yang akan terjadi pada kehidupan manusia. Kemudian mungkin ternyata beratus-ratus abad anak cucu Adam belum pernah sungguh-sungguh lulus ber-Iqra`.

Hingga di era-era peradaban modern ummat manusia mendirikan Sekolah-Sekolah dan Universitas-Universitas demi menjawab “sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu”. Kenalilah, kelolalah fenomena-fenomena itu. Dan sampai hari ini ternyata kita tidak lulus memasuki kategori “jika kamu memang benar orang-orang yang benar“.

Kecurangan, ketidakadilan, kebencian, permusuhan, peperangan dengan korban milyaran nyawa sesama manusia dan pengurasan serta perusakan habis-habisan atas bumi dan alam – menjadi ciri utama hampir semua sejarah ummat manusia – membuktikan betapa suci ilmu Allah di balik kalimat-Nya “jika kamu memang benar orang-orang yang benar“.

Padahal Iqra` seakan hanya satu kata sederhana.

Lainnya

Bersembunyi Dari Corona

Bersembunyi Dari Corona

Buku saya “Dari Pojok Sejarah” adalah buku hasil “lockdown” atau PSBB swasta yang dipaksakan kepada saya atau saya paksakan sendiri kepada diri saya.