Daur-II • 055

Tak Kunjung Lulus Iqra`

Apakah manusia memang selalu “salah baca”? Sejak Bapak Adam Ibu Hawa sampai hari ini selalu dan terus saja salah baca? Sehingga Engkau titipkan kunci Iqra` itu melalui kekasih-Mu, kepada kami semua yang tersisa?

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu[1] (Al-Maidah: 3). Telah Ia sempurnakan segala ilmu, cara, dan pelaksanaan untuk mewujudkan “ketundukan” kepada-Nya. Yakni dengan cara Islam, suatu program penyelamatan, visi misi, garis haluan dan petunjuk pelaksanaan untuk menyelamatkan sesama manusia dan alam semesta. Untuk “rahmatan lil’alamin” sepenuh-penuhnya.

Dan Ia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya[2] (Al-Baqarah: 31). Dipaparkan kepada Adam berbagai fenomena, pola, dan probabilitas yang akan terjadi pada kehidupan manusia. Kemudian mungkin ternyata beratus-ratus abad anak cucu Adam belum pernah sungguh-sungguh lulus ber-Iqra`.

Hingga di era-era peradaban modern ummat manusia mendirikan Sekolah-Sekolah dan Universitas-Universitas demi menjawab “sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu”. Kenalilah, kelolalah fenomena-fenomena itu. Dan sampai hari ini ternyata kita tidak lulus memasuki kategori “jika kamu memang benar orang-orang yang benar“.

Kecurangan, ketidakadilan, kebencian, permusuhan, peperangan dengan korban milyaran nyawa sesama manusia dan pengurasan serta perusakan habis-habisan atas bumi dan alam – menjadi ciri utama hampir semua sejarah ummat manusia – membuktikan betapa suci ilmu Allah di balik kalimat-Nya “jika kamu memang benar orang-orang yang benar“.

Padahal Iqra` seakan hanya satu kata sederhana.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image ornamen-left ornamen-right ornamen-center iqra