Tak Ada Yang Mengurusi Membangun Manusia

Memang kelemahan dunia saat ini, dalam pembangunan, program-program apapun, ada satu yang tidak dikerjakan yaitu membangun manusia. Tak ada pembangunan manusia saat ini.
Tak ada pembangunan manusia saat ini
“Memang kelemahan dunia saat ini, dalam pembangunan, program-program apapun, ada satu yang tidak dikerjakan yaitu membangun manusia. Tak ada pembangunan manusia saat ini.” (Foto: Adin).

Mbah Nun terus mengajak menyelam khususnya para pimpinan dan karyawan PT. PRIA atas persoalan, yang sesungguhnya intinya adalah memahami hidup itu sendiri.

Salah satunya, yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini adalah ketidakseimbangan berpikir, maraknya dusta, dan maraknya orang ngomong seenaknya tanpa kewaspadaan. Itu situasi yang tidak mudah diatasi. Maka jalannya adalah sikap istiqamah pada kebenaran. Jabarannya, kita harus bersungguh-sungguh di dalam hati kita kepada Allah. Allah adalah yang terberat di dalam diri kita.

Dalam situasi yang tak mudah diatasi itu, dua jenis manusia yaitu fasiq dan ahmaq akan banyak terjumpai. Orang fasiq adalah mereka yang tak mau meletakkan diri pada kebenaran Allah, sehingga salah meletakkan diri. Kemudian orang ahmaq adalah mereka yang tak bisa diajak berdialog atau berbicara.

Melalui penglihatan yang luas itu, Mbah Nun mengajak semua yang hadir lincah dengan gerak keliling dalam membaca situasi. Dengan perspektif itu, dapat dirasakan bahwa yang terjadi barangkali bukan kasus pembangunan atau lingkungan, tetapi kasus manusia yang tidak menjadi manusia.

“Memang kelemahan dunia saat ini, dalam pembangunan, program-program apapun, ada satu yang tidak dikerjakan yaitu membangun manusia. Tak ada pembangunan manusia saat ini,” tutur Mbah Nun seusai mendengarkan pemaparan dari narasumber.

Mbah Nun sendiri sempat bercerita beberapa kasus atau persoalan di masyarakat yang Beliau diminta membantu mencari solusi agar semua bisa bersatu lagi dalam kebersamaan. Dari situ, Mbah Nun mengingatkan bahwa idealnya Beliau tidak perlu ke sini jikalau masyarakat atau negara ini memiliki dewan kasepuhan yang berfungsi sebagai orang tua masyarakat.

Ada beberapa kemungkinan jalan keluar dari situasi itu yang Mbah Nun uraikan, tetapi intinya siapapun yang menghadapi tantangan apapun, dia harus menjawabnya, di antaranya dengan jawaban mental yang tangguh, tidak cengeng, kalau perlu agak “bandel” dan “nakal”. Mereka harus istiqamah kepada Allah. Mereka harus berusaha agar Allah menjadikan mereka sebagai kekasih-Nya yang apabila disakiti orang Allah akan tersakiti pula sehingga Allah pun segera bertindak atau memberi solusi. Aplikasi untuk upaya istiqamah dan berjuang menjadi kekasih Allah bisa bermacam-macam.

Tatkala jam sudah hampir menunjuk pukul 24.00, Mbah Nun segera memuncaki acara. Tetapi sebelum itu hadirin diajak bersama bernyanyi dan merasakan sebuah lagu dari Letto yaitu Cinta Bersabarlah yang dibawakan Mas Alay Nugroho. Pada segmen sebelumnya, beberapa nomor lagu pun telah dihadirkan KiaiKanjeng.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image