Syawalan Grup Neutron Yogyakarta

Cak Nun, Ibu Via, dan KiaiKanjeng di Syawalan Grup Neutron Yogyakarta.
Cak Nun, Ibu Via, dan KiaiKanjeng di Syawalan Grup Neutron Yogyakarta.

Usai jeda sehari setelah tiga hari rangkaian Maiyahan di Sragen, Fuadus-Sab’ah, dan di Gresik, pagi hingga siang tadi Cak Nun, Ibu Via, dan KiaiKanjeng hadir di Syawalan yang diselenggarakan Keluarga Besar Grup Neutron Yogyakarta. Syawalan ini dihadiri kurang lebih 1500 karyawan dan pengajar Grup Neutron.

Cak Nun tidak serta merta “menceramahi” audiens, tapi mencari dan merasakan apa yang mereka perlukan baru kemudian menyampaikan sesuai yang dibutuhkan. Yang disampaikan Cak Nun adalah mengajak audiens dengan membenahi cara berpikir. Pada Syawalan ini, Cak Nun mengajak keluarga besar Neutron untuk menyadari asal usul keberadaannya di dunia dan mencari sejatinya tujuan hidup. Mereka diajak untuk menyadari apakah hidup itu abadi atau tidak. Selanjutnya diajak berpikir apakah hidup di dunia ini mampir atau memang kampung halamannya di sini. Setelah menyadari itu, cara berpikir mereka dibawa lagi kepada haluan mana yang primer dan sekunder: dunia atau akhirat. Juga sejatinya keberadaan manusia di dunia seluruh hidupnya tidak lain hanya untuk beribadah.

Hal mendasar lain yang bisa menjadi pegangan bagi Neutron adalah konsep manajemen pengayoman atau rububiyah yang telah ditegaskan dalam QS An-Naas ayat 1. Dan banyak kunci-kunci lain yang disampaikan Cak Nun dalam alur yang penuh cinta, kemesraan dan kegembiraan, yang tetap penuh dengan bobot ilmu pada setiap peristiwa yang terjadi sepanjang Syawalan tadi.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image