Masyarakat Tanjungtirto diajak Mbah Nun agar mengerti sistem bernegara yang seharusnya dijalankan.
Masyarakat Tanjungtirto diajak Mbah Nun agar mengerti sistem bernegara yang seharusnya dijalankan.

Paguyuban Ringin Tanjung yang menginisiasi Sinau Bareng malam ini memberi tema Ngudo Roso bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng. Melalui Sinau Bareng ini masyarakat Tanjungtirto ingin berkeluh kesah atas permasalahan yang sebenarnya ada hubungannya dengan peran pengurus negara.

Untuk itu terlebih dahulu Mbah Nun mengajak masyarakat agar dapat mengerti tata kelolanya jika memang bersepakat bernegara. Bahwa ada para pengurus negara yang dibayar oleh masyarakat Tanjungtirto mulai dari tingkat bawah hingga presiden. Orang-orang yang dibayar itu sudah semestinya bekerja dan menjadi jujukan penyelesaian problem di wilayah yang diurusnya.

Di sini masyarakat diajak untuk mengerti mekanisme yang seharusnya terjadi dalam struktur bernegara. Para pengurus yang diamanahi pedang untuk menjaga lahan rakyat untuk mencangkul harus menjalankan peran itu, bukan justru pedang itu digunakan untuk mencangkul.

Bila ketidakberesan terjadi dalam skala negara yang besar, setidaknya masyarakat “bernegara” dalam lingkup Tanjungtirto dengan hidup bebrayan.

Sinau Negara di Tanjungtirto