Daur-II • 081

Satu Titik Sejati

Perwujudan yang lain dari cahaya kehendak-Nya adalah para Malaikat, Jin, dan manusia. Serta mungkin saja ada ribuan makhluk lain yang mata ilmuku tak kan pernah sanggup mengetahuinya. Sebagaimana aku tak bisa menjawab keraguan bahwa manusia, dimulai oleh Bapak Adam, adalah penghuni pertama di bumi.

Allah menginformasikan bahwa ia menciptakan Khalifah di bumi. [1] (Shad: 26), [2] (An-Naml: 62), [3] (Al-A’raf: 129), [4] (Al-Baqarah: 30), [5] (Fathir: 39). Itu tidak sama dengan “menciptakan manusia di bumi”. Lebih jauh tidak juga “menciptakan manusia pertama di bumi”. Lebih jauh lagi bukan “Adam adalah manusia yang pertama kali diciptakan di jagat raya”.

Tetapi di antara beragam perwujudan cahaya yang tak terhingga itu terdapat cahaya inti yang dijasadkan menjadi Muhammad bin Abdullah, yang Ia sangat mengasihinya. Allah meng’insan-kamil’kan Muhammad sehingga Ia percaya untuk dipegangi dan dititipi wahyu keindahannya yang Ia beri nama Al-Qur`an. Betapa benderang cahaya di seberang Iqra`.

Namanya dipakai menamai bayi-bayi, terbanyak di antara nama-nama lainnya. Dinyanyikan dengan jumlah lagu yang terbanyak ragam notasi dan aransemennya sepanjang sejarah. Ia pemegang rekor dalam hal mencintai dan dicintai manusia. Ia juga menanggung fitnah paling keji, kesalahpahaman paling mengerikan, serta tingkat kebencian yang tak pernah menimpa siapapun manusia dan makhluk apapun di manapun lainnya.

Akan tetapi, betapa mentakjubkannya Iqra`:  semakin banyak ia dikutuk, dihardik dan dihina, semakin banyak banyak penduduk bumi yang mencintainya. Serta mengikuti jejaknya, menempuh perjalanan sejati menuju Allah, yakni Satu Titik Sejati awal sekaligus akhirnya.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image ornamen-left ornamen-right ornamen-center iqra