Salaman Cinta Kepada Maiyah

Ribuan anak muda yang ternyata merupakan mayoritas audiens dan sebagian besar mereka usia 15-23 tahun itu antri memadat untuk bersalaman dengan Mbah Nun.
Puncak Sinau Bareng di Alun-alun Purbalingga. Ribuan anak muda jauh dari “pusat” itu sangat mencintai Maiyah. Antri rapi mereka bersalaman dengan Mbah Nun.
Puncak Sinau Bareng di Alun-alun Purbalingga. Ribuan anak muda jauh dari “pusat” itu sangat mencintai Maiyah. Antri rapi mereka bersalaman dengan Mbah Nun (Foto: Adin).

Ending dari Sinau Bareng di Alun-alun Purbalingga (08 April 2017) adalah pemandangan menggetarkan. Ribuan anak-anak muda yang ternyata merupakan mayoritas audiens dan sebagian besar mereka usia 15-23 tahun itu antri memadat untuk bersalaman dengan Mbah Nun.

Entah bagaimana ceritanya, anak-anak muda  itu yang notabene bisa dikatakan jauh dari “pusat-pusat” Maiyah — kalau boleh dikatakan demikian — begitu menyerap Maiyah dan kesempatan langka ini mereka manfaatkan untuk mengungkapkan kecintaannya kepada Mbah Nun. Hingga satu jam setengah lebih dibutuhkan waktu untuk salaman ini, dan begitu banyak lagu KiaiKanjeng diperlukan untuk mengiringi prosesi cinta ini.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image