Penempatan ruang waktunya juga berdasar “amr” itu, bisa di Pulau Seribu, bisa di ruang Pengadilan, bisa muncul melalui lidah dan bibir seseorang, atau desakan di dalam hati, emosi dan mental siapapun yang Ia mau.
Penempatan ruang waktunya juga berdasar “amr” itu, bisa di Pulau Seribu, bisa di ruang Pengadilan, bisa muncul melalui lidah dan bibir seseorang, atau desakan di dalam hati, emosi dan mental siapapun yang Ia mau.

Rindu Tuhan Kepadamu: Out of Human Regulation