Penyakit Indonesia Hanya Satu: Komplikasi

Sebelum Sinau Bareng dimulai, panitia menggelar konfrensi pers bagi awak media.
Sebelum Sinau Bareng dimulai, panitia menggelar konfrensi pers bagi awak media.

Sebelum Sinau Bareng malam ini berlangsung, Cak Nun menerima permintaan ikut berbicara dalam konferensi pers bersama tuan rumah di aula dalam SHW Center. Ini jarang sekali terjadi. Aslinya konferensi pers dimaksudkan untuk berbicara tentang acara ini, tetapi karena ada Cak Nun, para wartawan bertanya tentang kondisi Indonesia. Selain kepada Cak Nun, pertanyaan tentu diajukan kepada Sigid Haryo Wibisono selaku tuan rumah, juga kepada bapak Suripto dan Hariman Siregar.

Setidaknya dua hal yang disampaikan Cak Nun sebagai lambaran mengenai acara malam ini. Pertama bahwa Indonesia selalu ada dalam hati beliau. Kedua bahwa Indonesia bila diibaratkan pesawat sedang mengalami turbulensi yang hebat. Untuk itu dibutuhkan keseimbangan. Maka malam ini kita Sinau Bareng mencari keseimbangan ilmu, filosofi, cara berpikir, manajemen, dlsb. Karena carut marutnya kondisi Indonesia ini akibat ketidakseimbangan dalam hal apa saja. Cak Nun mencontohkannya seperti terbitnya Perppu tentang ormas. Beliau pun merespons pertanyaan wartawan tentang kondisi Indonesia yang pesakitan ini. “Penyakit Indonesia sebenarnya ndak banyak, penyakitnya cuma satu: komplikasi”, ujar Cak Nun disambut gelak tawa semua yang hadir.

Segala pertanyaan tentang Indonesia hadir tepat pada saat Cak Nun sendiri sedang mengajak Jamaah Maiyah untuk “wa la tansa nashibaka minad-dunya” sesudah mencurahkan banyak kepada Indonesia sebelum-sebelumnya.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image