Ngeman Kata Islam

Mbah Nun ingin menyeimbangkannya kembali dengan menyarankan jangan mudah atau sebaiknya mengurangi melabelkan “Islam” pada padatan-padatan.
Kalau boleh bilang, kelemahan kita selama ini adalah terlalu banyak menggunakan kata ‘Islam’ untuk label-label. Harusnya, kata ‘Islam’ itu kita eman-eman
“Kalau boleh bilang, kelemahan kita selama ini adalah terlalu banyak menggunakan kata ‘Islam’ untuk label-label. Harusnya, kata ‘Islam’ itu kita eman-eman,” tutur Mbah Nun (Foto: Adin).

Dalam kepaduan Mbah Nun dengan jamaah beserta para kiai dan tokoh masyarakat yang ada di panggung, Mbah Nun telah membawa jamaah mengembara ke titik-titik kunci pemahaman hidup, terutama mengenai pendidikan dan kemanusiaan. KiaiKanjeng pun sudah beberapa nomor lagu dihadirkan. Termasuk nomor Doa dan Perjuangan yang dibawakan Pak Bupati Pasuruan.

“Kalau boleh bilang, kelemahan kita selama ini adalah terlalu banyak menggunakan kata ‘Islam’ untuk label-label. Harusnya, kata ‘Islam’ itu kita eman-eman,” tutur Mbah Nun. Ini karena situasi saat ini kata Islam sudah terlalu banyak dilekatkan sebagai label dan identitas dan bisa memunculkan masalah tersendiri yang kontraproduktif.

Mbah Nun ingin menyeimbangkannya kembali dengan menyarankan jangan mudah atau sebaiknya mengurangi melabelkan “Islam” pada padatan-padatan. Dan selebihnya lebih banyak berkonsentrasi pada kualitas perilaku yang sinkron dengan nilai-nilai Islam.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image