Ngaji Bareng Kebangkitan Zakat

Malam ini Baznas Kota Yogyakarta mengundang Mbah Nun KiaiKanjeng dalam acara Ngaji Bareng Kebangkitan Zakat yang digelar di kompleks Balaikota Yogyakarta.
Cara berpikirnya bukan saya zakat 2,5 persen, tetapi Allah memberi saya 100 persen, yang 97,5 persen buat saya, selebihnya 2,5 persen untuk orang lain.
Cara berpikirnya bukan saya zakat 2,5 persen, tetapi Allah memberi saya 100 persen, yang 97,5 persen buat saya, selebihnya 2,5 persen untuk orang lain (Foto: Adin).

Malam ini Baznas Kota Yogyakarta mengundang Mbah Nun dan KiaiKanjeng dalam acara Ngaji Bareng Kebangkitan Zakat yang digelar di halaman utara kompleks Balaikota Yogyakarta.

Sebelum acara dimulai, Mbah Nun diajak mengikuti sesi penghimpunan wakaf tunai untuk mendirikan apotek dhuafa yang seluruh penghasilannya ditasharrufkan untuk warga masyarakat yang dhuafa. Selain itu, Mbah Nun juga mendengarkan pemaparan program-program Baznas Jogja.

Ketika sudah beralih ke panggung, beberapa saat sebelum dimulai, di depan Mbah Nun prosesi pemasangan selempang Duta Baznas dilakukan. Duta Baznas Jogja tersebut adalah Ibu Tri Kirana Muslidatunyang merupakan istri dari Walikota terpilih yaitu Bapak Hariadi Suyuti.

Acara diantarkan langsung oleh Bapak Muhammad selaku ketua Baznas Jogja. Tampak sangat bangga dan tersanjung dengan kesediaan hadir Mbah Nun, usai memperkenalkan Bapak-Bapak yang mendampingi Mbah Nun, acara sepenuhnya langsung diberikan kepada Mbah Nun dan KiaiKanjeng untuk menyampaikan panduan dan ilmunya mengenai zakat.

Malam ini Mbah Nun perlahan-lahan membabar ilmu mengenai zakat, dan rukun Islam lebih lengkapnya, dengan tiga skala yang diambil terminologinya dari dunia kamera. Close up, medium shoot, dan long shoot. Sesungguhnya ada juga kamera 360 derajat.

Sesudah diantarkan dengan nomor Ya Imamar Rusli Ya Sanadi yang lagunya diperkenalkan ke KiaiKanjeng oleh almarhum vokalisnya yaitu Mas Zainul Arifin. Suasana sangat hangat dengan hadirnya para jamaah. Dan sangat menyenangkan melihat bagaimana Mbah Nun enak dan mengalir memandu dan mengolah acara yang notabene diinisiasi oleh bapak-bapak Baznas, yang secara kultural agak beda dengan umumnya jamaah.

“Cara berpikirnya bukan saya zakat 2,5 persen, tetapi Allah memberi saya 100 persen, yang 97,5 persen buat saya, selebihnya 2,5 persen untuk orang lain,” demikian Mbah Nun nyicil pemahaman mengenai zakat yang mungkin luput dari kesadaran.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image