Negara Dalam Gelembung

Kenduri Cinta bulan ini bertajuk “Negara dalam Gelembung”. Judul tematik ini akan mengundang pertanyaan dan interpretasi akan maksud yang dikandung.
Kebencian-kebencian itu muncul karena orang takut kalah, saking rendahnya tauhid, sehingga tidak ada keyakinan kepada Yang mengatur hidup.
Kebencian-kebencian itu muncul karena orang takut kalah, saking rendahnya tauhid, sehingga tidak ada keyakinan kepada Yang mengatur hidup (Foto: Fahmi).

Kenduri Cinta bulan ini bertajuk “Negara dalam Gelembung”. Sudah pasti kekhasan judul tematik ala Kenduri Cinta ini akan mengundang pertanyaan dan interpretasi akan maksud yang dikandung.

Gelembung sendiri merupakan kosakata analogis yang dipakai Mbah Nun untuk memahami sifat hidup, bersama term atau kosakata-kosakata lainnya yang mewarnai perkembangan ilmu Maiyah belakangan ini dan tampaknya dalam pergerakan yang akan menggelinding terus.

Di antara kosakata-kosakata itu ada yang berangkat dari bahasa sederhana yang memudahkan secara konseptual memahami hidup atau sesuatu hal, dan ada pula yang bersumber dari kata-kata yang termaktub di dalam al-Quran seperti Silmi yang juga menandai perkembangan cepat dan revolusioner ilmu Maiyah untuk menangkap esensi-esensi agama dan mendapatkan jawaban atas tantangan zaman atau keadaan. (hm)

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image