Musik Komunikasi Yang Original

Episode Jamuran adalah segmen yang saya sangat menikmati. Zaman saya band-band-an dulu saya malah nggak bisa selepas dan selega ini.
Naik ke atas speaker pada adegan Jamur Kethek Menek. Doni Saputro KiaiKanjeng dalam Sinau Bareng di Alun-Alun Purbalingga. Sebuah fragmen komunikasi yang gayeng.
Naik ke atas speaker pada adegan Jamur Kethek Menek. Doni Saputro KiaiKanjeng dalam Sinau Bareng di Alun-Alun Purbalingga. Sebuah fragmen komunikasi yang gayeng (Foto: Adin).

Dalam satu dan setiap Sinau Bareng, Cak Nun dan KiaiKanjeng membawa jamaah mengembara ke keluasan, dalam berbagai menu dan segmen, yang semuanya pada akhirnya akan berbentuk kebulatan.

Jamaah diajak ke langit melalui dzikir, doa, dan shalawat, kemudian turun lagi memikirkan keadaan Indonesia, kemudian mengerucut membicarakan situasi aktual lokal setempat — misal, makin banyaknya penyempitan dan pertengkaran aliran-aliran, dan selanjutnya rileks dan segar dengan nomor-nomor KiaiKanjeng.

Yang ditampilkan KiaiKanjeng pun juga sebuah keluasan. Masing-masing lagu ada maksud dan maknanya. Seperti nomor ramuan kreatif KiaiKanjeng atas One More Night Maroon 5 yang ditembangkan Doni. Di lagu ini KiaiKanjeng menyelipkan fragmen lagu Jawa dan Dolanan, seperti Jamuran dan Cublak-Cublak Suweng, agar masyarakat selalu ingat akan khazanah diri sendiri yang tak boleh dilupakan.

Ini juga sekaligus peristiwa komunikasi sosial tersendiri yang segar kepada jamaah. KiaiKanjeng pun selalu menghadirkan eksplorasi ekspresif pada nomor yang sangat disukai jamaah ini. Bahkan speaker bisa dinaiki buat mempraktikkan adegan Jamur Kethek Menek, sehingga menjelma apik, enjoy, dan mesra dipandang mata.

Dan Doni mengatakan kepada kami, “Episode Jamuran adalah segmen yang saya sangat menikmati. Zaman saya band-band-an dulu saya malah nggak bisa selepas dan selega ini. Di KiaiKanjeng, saya menemukan komunikasi sosial yang original.”

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image