Mewakilkan Semua Urusan Kepada Allah

Tawakkal: bahwa kita mewakilkan, memasrahkan semua urusan kita kepada Allah, urusan kita pun akan diberesi oleh-Nya.
Tawakkal: bahwa kita mewakilkan, memasrahkan semua urusan kita kepada Allah, urusan kita pun akan diberesi oleh-Nya.

Seperti Maiyahan biasanya, meskipun digelar di lingkungan kampus, tidak menutup kemungkinan warga luar kampus turut hadir melingkar. Pun juga dengan Maiyahan di STIKIP PGRI Tulungagung malam ini. Bahkan, mayoritas yang hadir adalah warga luar kampus.

Sebelum KiaiKanjeng dan Mbah Nun naik ke atas panggung, hadirin sudah diajak shalawatan oleh grup shalawat mahasiswa STKIP PGRI.

Mengawali sinau bareng dalam rangka memperingati hari ulang tahun STIKIP PGRI Tulungagung yang ke 32 malam ini, Mbah Nun membacakan surat Ath-Thalaq: 2-3. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah akan memberikan dua hal kepada orang yang bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar atas masalah-masalahnya. Allah juga akan mendatangkan rezeki bagi orang-orang yang bertakwa dari arah yang tak disangka-sangka.

Selain itu, ayat tersebut juga menegaskan bahwa Allah akan memberikan dua hal kepada orang yang bertawakkal. Sebagaimana makna tawakkal, bahwa kita mewakilkan, memasrahkan semua urusan kita kepada Allah, urusan kita pun akan diberesi oleh-Nya. Cita-cita kita juga akan disampaikan oleh-Nya.

Mbah Nun juga mencoba menguraikan makna dari takwa itu sendiri. Selalu menghadirkan Allah di dalam hati kita. Hingga output-nya adalah kewaspadaan dalam setiap tingkah laku kita. Alasan logis kenapa kita harus bertawakkal, memasrahkan semuanya hanya kepada-Nya. Betapa tidak sedikit hal-hal dalam hidup yang kita tidak tau dan tak mampu menguasainya.

Sederhananya, kita pun masih juga belum tau seberapa jarak antara kantuk dengan saat kita mulai tertidur. Kita tidak bisa mengatur detak jantung, aliran darah kita, dan yang selainnya.

“Tidak mungkin kita bisa mengurai tema yang sangat luas ini dalam waktu yang singkat,” urai Mbah Nun.

Karenanya, untuk sinau bareng yang bertemakan Pendidikan dan Kebudayaan di hari Kemerdekaan ini, Mbah Nun mengajak untuk belajar terlebih dulu akan makna pendidikan itu sendiri. “Malam ini kita ingin menumbuhkan dan menyadarkan kesadaran baru tentang pendidikan.”

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image