Warung Ketan Susu Kemayoran adalah warung favorit yang dikunjungi Mbah Nun saat di Jakarta.
Warung Ketan Susu Kemayoran adalah warung favorit yang dikunjungi Mbah Nun saat di Jakarta. Ada cerita menyangkut sikap hidup pemilik warung ini yang perlu disimak (Foto: Gandhi).

Sebuah warung kecil pinggir jalan di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat. Warung ini menyediakan kudapan nikmat dan sehat, dengan harga sangat terjangkau: Warung Ketan Susu Kemayoran. Jika kebetulan Mbah Nun sampai di Jakarta pada penerbangan pertama di pagi hari, dan ada jeda waktu cukup longgar, hampir pada setiap perjalanan dari Bandara Sokerano Hatta, Mbah Nun mengajak sarapan di warung Ketan Susu Kemayoran ini. Kudapan ketan susu yang disajikan dengan parutan kelapa, dengan hidangan pendamping tempe goreng yang masih hangat karena baru saja diangkat dari penggorengan, dilengkapi segelas teh manis panas adalah menu favorit Mbah Nun jika berkesempatan datang di warung ini.

Seperti kita tahu, Mbah Nun adalah orang yang tidak neko-neko dalam urusan kuliner, sehingga tidak mengherankan jika Warung Ketan Susu Kemayoran ini adalah salah satu lokasi “wisata kuliner favorit” Mbah Nun di Jakarta. Menu yang disajikan masih otentik dari tangan generasi pertama perintis warung ini. Kesetiaan pengelola warung Ketan Susu ini dalam menjaga kualitas rasa menjadikan warung ini selalu ramai dikunjungi pelanggan, terutama pada malam hari.

Keberkahan warung Ketan Susu ini juga terjaga atas hubungan sosial pengelola dengan para suplier bahan-bahan dari semua kudapan yang disajikan di warung ini. Untuk minyak goreng yang digunakan misalnya, pihak pengelola tetap membeli dari pedagang minyak goreng yang menjual dengan gerobak keliling yang saat ini masih dijumpai di Jakarta, meskipun jumlahnya semakin sedikit. Susu kental manis yang digunakan sebagai pelengkap, juga tetap dibeli dari toko kelontong yang berada tepat di sebelah warung Ketan Susu ini, meskipun dari pihak pabrik susu kental manis tersebut sudah berkali-kali menawarkan agar susu kental manis disuplai langsung dari pabrik dengan harga beli yang lebih murah. Begitu juga dengan beras ketan, kedelai, gula, kayu bakar dan bahan-bahan lainnya. Pihak pengelola memilih tidak terseret arus kapitalis yang ada. Pengelola warung menyadari bahwa di dalam rezeki yang ia dapatkan ada rezeki bagi orang lain.

Beberapa kali juga Mbah Nun dihampiri oleh Jamaah Maiyah Kenduri Cinta yang kebetulan singgah di warung ini dalam waktu bersamaan. Warung ketan susu ini adalah potret kecil pemberontakan kapitalisme di ibukota. Sebuah warung sangat sederhana, tetapi diminati oleh banyak orang di Jakarta. Pantas jika Mbah Nun mengatakan; “Ini sarapan paling enak di Jakarta”. (fa)

Menu Sarapan Favorit Mbah Nun di Jakarta