Mengulas Substantifnya Doa

Meski sudah dinihari, sorot-sorot mata yang semangat berdiskusi di Padhangmbulan masih nampak penuh binar.
Meski sudah dinihari, sorot-sorot mata yang semangat berdiskusi di Padhangmbulan masih nampak penuh binar.

Betulkah ketika Anda berdoa Anda bergantung kepada Allah? Ataukah ketika Anda berdoa hanya memamerkan makhrajnya, fasihnya, dan hafalannya?

Jam 01.30 Kyai Muzzamil memuncaki Padhangmbulan semalam dengan menarik ilmu dari Al-Hikam yaitu mengulas substantifnya sebuah doa. Kyai Muzzamil menegaskan bahwa doa bukan perkara berapa panjangnya, bukan berapa banyaknya.

Mandi”-nya sebuah istighotsah atau majelis dzikir, semakin banyak yang datang tidak menjadi jaminan doanya semakin maqbul. Apalagi kalau sekadar pengondisian dan mobilisisasi massa. Apalagi tidak ada kewaspadaan akan riya’ oleh yang memimpin istighotsah.

Ketika Kyai Muzzamil memberi aba-aba hendak mengakhiri Padhangmbulan semalam, jamaah merespons, “Terus.. terus.. sampai subuh”. Meski sudah dinihari, sorot-sorot mata yang semangat berdiskusi di Padhangmbulan masih nampak penuh binar.

Agaknya malam sudah menjadi sahabat yang demikian karib bagi sekalian jamaah. Terlebih malam purnama tadi terangnya bagaikan siang. Seolah punggung-punggung jamaah ditegakkan oleh gravitasi sempurna dari posisi bulan purnama.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image