Daur-II • 029

Kilabunnar

Pakde Brakodin menambahkan bahwa terakhir kemarin Markesot mengeluh tentang Kilabunnar.

Kilabunnar adalah manusia yang rajin beribadah dengan tujuan agar lebih banyak memperoleh keuntungan dunia. Manusia yang tekun shalat, hobi Umroh, naik Haji berkali-kali, juga sangat memperhatikan kemudian melakukan shalat-shalat sunnah, yang menurut kabar memperbanyak rejeki dunia, atau melipatgandakan keuntungan materiil.

Kilabunnar adalah manusia yang tidak keberatan bekerjasama dengan Setan, Iblis, Jin, para pengingkar (Kafir) Allah, asalkan mendapatkan jaminan kemakmuran dunia. Bahkan rela menjadi bawahan atau anak buah para pemimpin yang mengkufuri atau memusyriki Allah, asalkan dengan itu ia memperoleh kekayaan dan kenikmatan dunia.

Kilabunnar adalah manusia yang menganggap dunia adalah segala-galanya. Yang berpendapat bahwa keberhasilan hidup di dunia dan untuk dunia adalah tujuan satu-satunya. Yang meyakini bahwa kemajuan, sukses, kejayaan, keberuntungan, dan kebesaran adalah duduk di singgasana kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan dunia.

Kilabunnar, anjing-anjing neraka, adalah orang yang bodoh dunia dan dungu akhirat. ”Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir”. [1]