Ketika Anda Memasuki Sebuah Rumah

Suatu hari Anda mengunjungi sebuah rumah. Pada rumah itu, tentu saja ada Tuan Rumah yang memiliki hak kuasa penuh atas segala sesuatu yang ada di dalam rumah itu. Di rumah tersebut, seperti rumah kebanyakan, ada terasnya, ada ruang tamunya, ada ruang keluarga, ada kamar tidur pribadi, ada dapurnya, dan ada kamar mandinya.

Bagi Anda yang baru pertama kali mengunjungi rumah ini, tentu Anda tidak akan langsung diperbolehkan mengakses ruang pribadi milik tuan rumah. Layaknya tamu, merupakan hak tuan rumah akan menerima Anda di teras atau di ruang tamu. Sepenuhnya adalah hak prerogatif tuan rumah.

Di Rumah ini, Sang Tuan Rumah memang tidak memiliki aturan main bagi setiap tamu yang mengunjungi rumahnya. Semua orang yang datang diterima, tanpa memandang latar belakang suku, ras, dan agama. Semua disambut dengan proporsi yang sama. Sejak awal, Tuan Rumah sudah menyatakan bahwa di atas hukum adalah akhlaq. Maka, yang ditanamkan adalah kesadaran tentang berbuat baik, kesadaran tentang keseimbangan, kesadaran untuk terus-menerus dalam dimensi pertimbangan-pertimbangan. Hati kecil setiap individu yang memasuki rumah ini berfungsi sebagai alarm, apakah tingkah lakunya ketika ia bertamu di rumah itu selaras dengan nuansa dan dimensi kebenaran-kebaikan-keindahan atau tidak.

Jika Anda hanya berkunjung sesekali, jangan harap Anda kemudian akan diberi akses untuk masuk ke ruang keluarga. Ada batas-batas moral yang tetap harus menjadi kewaspadaan agar tamu tidak nranyak dan berlaku su’ul adab di hadapan tuan rumah. Dan jika Anda sudah sangat akrab dengan tuan rumah, bukan tidak mungkin bahkan ketika Anda sowan ke rumahnya, tidak hanya diizinkan untuk ikut cangkruk di ruang keluarga, bahkan Anda mungkin juga diizinkan untuk bikin kopi sendiri di dapur.

Tapi satu yang pasti, meskipun Anda sudah sangat akrab dengan tuan rumah, tentu Anda tidak akan memberanikan diri memasuki kamar pribadinya. Meskipun tuan rumah pernah memberikan sedikit informasi tentang apa saja yang ada di dalam kamar pribadinya, Anda tidak perlu malakukan verifikasi demi membuktikan kebenaran informasi tersebut dengan cara memasuki kamar pribadi sang tuan rumah. Bahkan, jika ternyata di kemudian hari ada hal-hal yang ia lakukan bertolak belakang dengan informasi yang Anda terima, Anda tidak bisa serta merta menghakimi tuan rumah bahwa ia menyembunyikan informasi yang ia punya.

Bahkan pada dua sahabat karib sekalipun, tetap saja ada hal-hal yang menjadi rahasia pribadi satu sama lain. Bahkan mungkin sepasang suami istri sekalipun, tidak saling terbuka sepenuhnya dalam berumah tangga. Ada hal-hal yang memang sifatnya sangat privat, sehingga orang lain tidak berhak mengetahuinya, ada hal-hal yang memang sifatnya boleh diketahui sebagian orang, atau bahkan berhak diinformasikan kepada semua orang.

Suatu hari, tuan rumah menyampaikan informasi kepada Anda bahwa tahu dan tempe adalah lauk makan yang ia sukai sehari-hari. Kemudian, pada hari lain, Anda bertemu tuan rumah itu di sebuah restoran mewah yang harganya mahal tentunya. Anda tidak berhak untuk kemudian mengatakan bahwa tuan rumah membohongi Anda atas informasi yang pernah ia sampaikan terkait lauk makan favoritnya. Karena sedekat apapun Anda dengan tuan rumah, Anda tidak akan pernah mengetahui secara pasti apa alasan utama tuan rumah itu memutuskan untuk menikmati hidangan di sebuah restoran yang mewah.

Suatu hari, si tuan rumah menginformasikan kepada Anda bahwa ia lebih sering berjalan kaki jika hendak bepergian. Anda tidak berhak memaki tuan rumah tersebut jika di kemudian hari Anda mendapatinya mengendarai mobil ketika hendak bepergian ke suatu tempat. Karena sejatinya, apapun yang ia lakukan adalah sepenuhnya hak prerogatifnya sendiri, Anda tidak berhak menilai bahkan menghakimi atas perilaku yang ia lakukan, meskipun bertentangan dengan informasi yang Anda terima sebelumnya. Karena bisa jadi, Ada informasi yang terlewatkan yang tidak Anda ketahui darinya.

Dan juga, sebagai seorang tamu di rumah ini, Anda tidak serta merta menyebarluaskan informasi yang Anda terima kepada para tamu yang baru saja hadir. Meskipun Anda adalah tamu yang lebih dahulu datang di rumah ini, Anda tidak kemudian berhak merasa sombong sebagai tamu yang lebih senior dan merasa lebih paham dengan seluk beluk isi rumah dan informasi-informasi yang dimiliki tuan rumah terkait isi rumahnya.

Begitu juga dengan Maiyah ini. Rumah Maiyah ini berada di wilayah yang tidak terbatas ruang dan waktu. Jika Anda memasukinya di Menturo, maka Anda akan disambut PadhangmBulan. Jika Anda memasukinya di Yogyakarta, maka Anda akan bertemu Mocopat Syafaat. Jika Anda sowan di Semarang, Anda akan ditemui Gambang Syafaat. Jika Anda mengetuk pintu di Jakarta, Anda akan bersalaman dengan Kenduri Cinta. Jika Anda kulonuwun di Surabaya, maka Bangbang Wetan yang akan membukakan pintunya. Begitu seterusnya.

Di Rumah ini, kita mendapat informasi bahwa yang seharusnya kita cari adalah apa yang benar, bukan siapa yang benar. Dari setiap informasi yang kita dapatkan di Maiyah, masing-masing kita berhak memiliki tafsir akan kebenaran informasi tersebut. Yang seharusnya kemudian menjadi pijakan kita adalah kebenaran yang kita miliki itu bukan untuk dipaksakan agar juga diyakini orang lain yang ikut bertamu di Rumah Maiyah ini. Ketika tuan rumah menyampaikan sebuah informasi, setiap tamu yang mendengar informasi tersebut berhak menafsirkan kebenarannya. Tetapi tidak lantas kemudian tafsir tentang kebenaran itu dipaksakan untuk diyakini tamu lain, bahkan lebih parah lagi dipaksakan untuk diyakini oleh tuan rumah itu sendiri.

Ada baiknya, jika Anda adalah tamu yang baru berkunjung di rumah ini, yang seharusnya Anda lakukan adalah bertanya kepada tamu yang sudah lebih dahulu masuk ke rumah tersebut sebelum Anda. Agar Anda menemukan presisi yang tepat dalam mencerna setiap informasi yang baru Anda dengar dari tuan rumah. Bisa jadi, informasi yang baru Anda dengar hari ini sudah diketahui tamu-tamu lain yang sudah lebih dahulu datang di rumah tersebut, dan mereka memiliki detail informasi yang lebih mendalam dari yang Anda dapatkan hari ini.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image