Kebulatan dan Kekonstanan Dalam Sinau Bareng

Tak terasa sudah lewat pukul 24.00. Bulat dan konstan konsentrasi jamaah tak sedikit pun berkurang. Mereka sangat menikmati Sinau Bareng ini seolah tanpa ingin mengakhirinya.
Tak terasa sudah lewat pukul 24.00. Bulat dan konstan konsentrasi jamaah tak sedikit pun berkurang. Mereka sangat menikmati Sinau Bareng ini seolah tanpa ingin mengakhirinya.

Semua mata tertuju ke pusat, dan seluruh perhatian mengumpul ke pergerakan pusat itu. Energi setiap diri yang hadir seakan justru menambah kekuatan pusat itu. Konstan, tak bergeming, sampai waktu tak terasa beranjak dari menit ke menit, dari jam ke jam. Suasana yang utuh dan bulat.

Dalam Sinau Bareng, pusat itu bukanlah figur atau sosok. Tetapi nilai, ilmu, rasa, kebersamaan, kegembiraan, dan sesuatu apapun yang dibangun dan dicerap bersama. Sesekali terasa sunyi dalam keramaian dikarenakan kekhusyukan bersama. Lain waktu meletus derai tawa. Juga kegayengan tatkala fragmen Pak Nevi menuturkan pentingnya generasi muda mempelajari khasanah masa silam. Sampai Pak Kiai Agus Masyhuri setengah ndomblong menyaksikan adegan dan menyimak pitutur Pak Nevi.

Sementara itu, Pak Kapolda DIY Brigjend. Pol. Ahmad Dhofiri juga masih setia berada di panggung menikmati kebersamaan dan setiap persembahan. Dan kini, Ibu Novia Kolopaking yang kehadirannya tak disangka oleh KiaiKanjeng sendiri dan panitia, tengah bersiap mempersembahkan suara indahnya lewat lagu When You Tell Me That You Love Me. Pak Kiai Agus Masyhuri “dipaksa” ikut berduet bersama Ibu Novia. Sebuah keakraban makin terbentuk dalam Sinau Bareng malam ini.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image