Daur-II • 024

Himpunan Kebaikan dan Cinta

Brakodin menyatakan bahwa Markesot bukan kaliber manusia yang bisa mengatasi masalah-masalah yang begitu besar. Dia tidak punya modal apa-apa untuk tugas mustahil itu. Kalau boleh terus terang, masalah pribadi dan dalam rumahnya sendiri saja Cak Sot seperti retak-retak kepalanya. Jangankan Cak Sot sendiri, 100 atau 1000 Markesot berhimpun jadi satu pun tak akan punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah bangsa dan Negara.

“Saya bukan sedang berpendapat bahwa Cak Sot mampu menyelesaikan masalah, Cak Din”, kata Ndusin, “Cak Sot sendiri sejak dahulu kala sudah menjelaskan proporsinya. Yakni bahwa manusia bekerja dan berjuang tidak untuk mencapai sesuatu, melainkan agar menjadi bagian dan himpunan kebaikan dan energi cinta, yang membuat Tuhan bermurah hati membuat sesuatu tercapai pada kehidupan orang yang berjuang dan berbuat baik”

“Ya”, Brakodin menanggapi, “tetapi para penggede yang merapat ke Cak Sot sebenarnya hanya mengincar dan mengupayakan agar Cak Sot menjadi bagian dari kebenaran subjektif mereka. Agar Cak Sot mendukung apa yang mereka lakukan. Mereka hanya mencari stempel untuk melegitimasi kebenaran mereka sendiri. Mereka butuh backup batiniyah dan kerakyatan dari anggukan kepala Cak Sot. Itu bukan penyelesaian masalah. Justru itu adalah penguatan atas kepentingan sepihak dari kelompok yang berkuasa.…”

“Cak Sot pasti sembunyi”, Sundusin tertawa.

Brakodin menjawab: “Dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa bencana seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu”. [1] (Al-Mu`min: 30).