Gelembung Kecil Kalah Menang

“Kita sekarang berada dalam gelembung kecil yang isinya kalah menang terhadap orang lain,” Mbah Nun menggambarkan keadaan yang berlangsung saat ini.
“Kita sekarang berada dalam gelembung kecil yang isinya kalah menang terhadap orang lain,” tegas Mbah Nun.
“Kita sekarang berada dalam gelembung kecil yang isinya kalah menang terhadap orang lain,” tegas Mbah Nun (Foto: Adin).

“Kita sekarang berada dalam gelembung kecil yang isinya kalah menang terhadap orang lain,” demikian Mbah Nun menggambarkan keadaan yang berlangsung saat ini. Bahkan untuk urusan kalah menang ini apapun saja dilakukan, fitnah, pembunuhan karakter, santet, dan lain-lain dalam cara dan tingkat yang sudah sangat mengerikan dan tak terbayangkan pada masa sebelumnya dengan melibatkan semua kekuatan politik dan ekonomi yang ada.

Gusti Yudho dan beberapa orang atau tokoh yang lain yang sempat bersentuhan dengan Mbah Nun diketahui oleh Beliau sedang tertimpa oleh situasi gelembung kecil kalah menang itu.

Tetapi memang secara nasional kita harus mengembalikan dan kembali ke gelembung besar kebangsaan dan gelembung besar uluhiyah dan rububiyah Allah.

Untuk ini, Mbah Nun mengajak semua jamaah untuk khusyuk masuk ke dalam dzikir dan wirid Wabal. Terlebih dahulu Mbah Nun meminta beberapa orang untuk simulasi mengucapkan La Ilaha Illallah dengan disertai gerakan kedua tangan menepuk dada dan bumi. Kemudian semua jamaah diminta melakukan hal yang sama disertai suara-suara perkusi KiaiKanjeng.

Kini semuanya secara lembut pelan dan perlahan bergerak menanjak lantang melantunkan wirid Ya Dzal Wabal dipimpin langsung oleh Mbah Nun. Di tengah-tengah itu, seluruh jamaah diajak melantunkan La Ilaha Illallah dengan gerakan kedua tangan menepuk dada dan bumi dengan intensitas dan kecepatan meninggi dan kemudian turun kembali kecepata itu. Gusti Yudho dan para tamu lainnya menundukkan kepala turut khusuk dalam dzikir ini.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image