Diskusi Kebangsaan Bersama Paguyuban Wartawan Sepuh

Mbah Nun dalam Diskusi Kebangsaan bersama Paguyuban Wartawan Sepuh, Senin 17 April 2017.
Mbah Nun dalam Diskusi Kebangsaan bersama Paguyuban Wartawan Sepuh, Senin 17 April 2017 (Foto: Gandhi).

Di usia remaja, Mbah Nun sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Beliau adalah wartawan. Dan pada usia 17 tahun telah menjadi redaktur harian Masa Kini, Yogyakarta yang mengkooordinir beberapa wartawan koran itu. Tentu pergaulan beliau dengan wartawan cukup luas. Karena perjalanan hidup sebagai wartawan inilah beliau memiliki kedekatan tersendiri dengan media massa di tahun-tahun berikutnya pada masa Orde Baru.

Paseduluran dengan para wartawan di era tahun 70an itu masih terjalin hingga kini. Wartawan pada angkatan itu yang kini sudah memasuki usia sepuh sudah tidak aktif lagi di dunia kewartawanan. Sekarang mereka berkumpul lagi dalam Paguyuban Wartawan Sepuh. Mbah Nun pun terlibat aktif di dalamnya.

Semangat paseduluran selalu dipegang Mbah Nun. Seperti juga bersama eksponen teater tahun 70an yang diberi nama Perdikan Teater oleh Mbah Nun yang masih aktif hingga kini yang akan melakukan pementasan tanggal 26 April nanti di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

Bersama eksponen wartawan era 70an dalam Paguyuban Wartawan Sepuh, pagi tadi Mbah Nun berdiskusi dalam Diskusi Kebangsaan di Akper, Puro Pakualaman. Diskusi ini sudah beberapa kali digelar sebelumnya di Rumah Budaya Tembi Yogyakarta. Diskusi ini untuk menguatkan kebangsaan sekaligus memelihara paseduluran wartawan yang telah terjalin lebih dari 40 tahun.


Foto oleh Gandhi

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image