Disambut Jamaah Maiyah, Nikmatnya Umroh Tanto Mendut

Teman-teman tentu kenal siapa Pak Tanto Mendut. Seorang sahabat Mbah Nun yang semakin ke sini semakin lekat dengan Maiyah. Dalam sebuah kehadirannya di Mocopat Syafaat, beliau mengungkapkan sangu penting yang diperolehnya dari Maiyah untuk bekal perjalanan hidupnya. Tidak banyak sangu itu. Hanya dua: Tadabbur dan Silmi. Dan bagi beliau itu sudah cukup.

Nah, saat ini Pak Tanto sedang melangsungkan ibadah umroh. Alhamdulillah. Di sana beliau disambut oleh Jamaah Maiyah, yaitu Mas Thobib dan kawan-kawan. Meskipun beliau berangkat rombongan travel dengan jamaah umroh lainnya dan sudah ada jadwal yang teratur, namun dengan Jamaah Maiyah beliau bisa lepas dari jadwal itu.

Kepada Mas Thobib, Pak Tanto berkomentar, “Maiyah iki edan sak dunyo ono kabeh. Cak Nun iku wong cerdas, aku ngomong opo wae iso disambungno nang ayat Al-Qur`an. Kemuliaan Maiyah aku gak kaget iso ngrusak jadwal kegiatan travel”.

Dalam umroh ini Pak Tanto ditemani oleh muridnya, Are Kusnandar. Selama umroh beliau diinapkan di hotel berbintang. Dan itu sangat membuatnya pusing karena tidak bisa merokok. Dengan bertemu Mas Thobib dkk, dijumpailah kenikmatan udud itu sambil ngobrol penuh canda gurau.

Mas Thobib menceritakan, “Pertemuan dengan Pak Tanto isinya ketawa mbanyol thok. Ga bisa kalah kalo gojlokan”. Diceritakan juga Pak Tanto terkesan dengan umroh ini. “Ka’bah iki ming watu persegi papat ora ono senine, ora ono relife tapi luar biasa soale ono hubungane karo kanjeng Nabi Muhammad. Coba kalau Borobudur, Mendut dll yang menceritakan kanjeng Nabi Muhammad, wah kalah Ka’bah….hahahahah…”.

Mabrur Pak Tanto.

Teman-teman tentu kenal siapa Pak Tanto Mendut. Seorang sahabat Mbah Nun yang semakin ke sini semakin lekat dengan Maiyah. Dalam sebuah kehadirannya di Mocopat Syafaat, beliau mengungkapkan sangu penting yang diperolehnya dari Maiyah untuk bekal perjalanan hidupnya. Tidak banyak sangu itu. Hanya…