Dipinjami Sulthan

Tuhan mengizinkan “sulthan” untuk dilantikkan sebagai pinjaman resmi dari-Nya kepada manusia, sesudah berbagai tahap ujian, perjuangan, tawar-menawar kewajiban dan hak antara manusia sebagai pelaku kehidupan dengan Tuhan sebagai Maha Pelaku segala lakon yang dikehendaki-Nya. Maka di kalangan para pejalan ilmu lelaku, mereka memberanikan diri berdoa memohon kepada Tuhan, “La haula wa la quwwata wa la sulthana illa billahil ‘aliyyil ‘adhim”, sebagai dorongan ekstra di tengah riyadlah perjuangan mereka membangun kemanusiaannya.

Tuhan mengizinkan “sulthan” untuk dilantikkan sebagai pinjaman resmi dari-Nya kepada manusia, sesudah berbagai tahap ujian, perjuangan, tawar-menawar…