Cak Nun dan Telapak Kaki Birunya

Saya termasuk orang yang beruntung bisa duduk bersila di belakang Cak Nun di acara Kenduri Cinta. Ibarat orang yang sedang jatuh cinta, maka ia akan “PDKT” dengan orang yang ia cintai. Dan saya tanpa sengaja PDKT dengan beliau. Saya melihat cara berbicaranya, cara berjalannya, bahasa tubuhnya, pakaiannya, dan lain sebagainya.

Sewaktu Cak Nun duduk seperti duduk di antara dua sujud (meletakkan salah satu kaki dengan kaki lainnya), ada satu kondisi yang menarik mata saya. Yaitu telapak kaki beliau yang memiliki spot biru di tengah-tengah telapak kakinya. Spot itu ada di telapak kaki kanan dan kirinya. Kita semua tau jika kita terbentur, maka bagian yang terbentur akan berwarna biru. Setahu saya, hal itu diakibatkan pecahnya pembuluh darah halus, dan darah di pembuluh itu mengucur keluar dan akan masuk ke dalam pori-pori kulit dan mengakibatkan bekas biru di kulit tersebut. Tetapi setahu saya ada dua proses pembiruan kulit, yaitu akibat dari terbentur, dan akibat dari tertekan dalam waktu yang lama dan konsisten. Kita bisa ambil contoh seorang ahli sujud yang memiliki warna biru di keningnya.

Sekarang kenapa ada di telapak kaki Cak Nun? Setiap Cak Nun duduk berbicara dalam forum-forum Maiyah di manapun, beliau selalu duduk seperti duduk di antara dua sujud dan dalam jangka waktu berjam-jam. Saya tidak tau nama metode duduknya, tetapi metode duduk seperti itu sangat menguras tenaga kaki daripada duduk bersila. Saya tidak mengerti detail kenapa beliau duduk seperti itu. Beliau pernah mengatakan duduk seperti itu membuat tulang punggung kita lurus, dan apabila tulang punggung kita lurus, maka syaraf-syaraf yang bekerja di tulang punggung akan ikut lurus dan bekerja dengan baik, dan mengakibatkan seluaruh anggota tubuh yang diatur oleh syaraf-syaraf tersebut akan bekerja dengan maksimal. Hanya sejauh itu informasi dari beliau.

Berapa lama ahli sujud bersujud untuk “mendapatkan” warna biru di keningnya? Berapa lama telapak kaki bisa membiru akibat dari duduk di antara dua sujud?

Saya hanya bisa menyimpulkan, bahwa biru itu adalah bukti nyata kesetiaan Cak Nun dalam menghadiri rakyat dari segala strata, di manapun berada. Hanya beliau yang saya ketahui memiliki tanda itu. Saya tidak pernah melihat dari orang lain. Sekarang saya hanya bisa membayangkan berapa lama warna biru itu bisa terbentuk di kaki beliau? Berapa banyak Maiyahan yang beliau hadiri? Berapa sering beliau duduk seperti itu? Berapa nilai kesetiaan beliau? Berapa besar kecintaan beliau kepada rakyat? Saya pernah melihat jadwal beliau yang ada lebih dari 15 kali dalam 1 bulan di berbagai daerah. Berarti mudahnya setiap dua hari beliau berpindah daerah untuk maiyahan. Setiap 1 kali Maiyahan acaranya berjam-jam terkadang sampai subuh? Beliau umur 64 tahun, dan tetap kuat dan setia dengan rakyat.

Sekali lagi saya termasuk orang yang beruntung bisa melihat telapak kaki beliau. Hanya dengan warna di telapak kaki beliau saya bisa berpikir luas, mengenai makna kerja keras, kedisiplinan, kesetiaan, cinta, dan rahmat. Mungkin saya salah melihat, biarkanlah itu menjadi ilmu buat saya sendiri. Jika saya benar, maka hanya orang dengan kedisiplinan dan kesetiaan dan rahmat dari Allah yang bisa memiliki itu. Insya Allah.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image