Daur-II • 143

Betapa Jelasnya Alif Lam Mim

Kalau di berbagai Surah Al-Qur`an engkau menjumpai Alif Lam Mim, Alif Lam Mim Shad, Alif Lam Ra`, huruf-huruf muqatha’ah di awalnya. Juga Shad, Nun, Kaf Ha Ya ‘Ain Shad. Padang Sabana yang berujung cakrawala. Panjatlah ketinggian hingga ke biru langit. Area kemerdekaan cinta yang tak ada batasnya untuk mengembarai cinta dan kerinduan setiap hamba kepada Maha Kekasihnya.

Al-Qur`an diturunkan dengan Bahasa Arab yang jelas[1] (As-Syu’ara: 195). Maka huruf-huruf itu pun amat sangat jelas. Kalau ada yang menjalani sepenggalan logika sehingga bertanya: kenapa ada ayat yang hanya terdiri dari huruf-huruf, yang tidak jelas maknanya? Katakan kepadanya: sejak kapan ia menggenggam penguasaan atas kejelasan dan ketidakjelasan sesuatu hal dalam kehidupan yang sangat-sangat jelas ketidakjelasannya baginya?

Kalau seekor semut tidak sanggup mengarungi satu lautan, hendaklah ia tidak menyimpulkan bahwa lautan itu tidak jelas. Lautan itu sangat jelas. Meskipun engkau tidak mampu menjangkaunya, ia justru sangat jelas.

“Bagaimana kita-kita para semut ini menentukan kejelasan Alif Lam Mim umpamanya?”, Sundusin mengejar.

“Kebanyakan penerjemah dan penafsir Qur`an menuliskan: hanya Allah yang Maha Mengetahui maknanya”, Brakodin menyahut.

“Berarti sangat jelas Allah Maha Mengetahui maknanya”, celetuk Cak Sot.

“Tapi bagaimana dengan kita yang tidak mengerti kejelasannya?”, Sundusin mengejar lagi.

Cak Sot tertawa. “Ambil keputusan sendiri apa dan bagaimana kejelasan Alif Lam Mim. Benar salahnya Allah yang mengerti, tetapi bagimu yang penting keputusanmu itu membuatmu lebih dekat kepada Allah dan lebih santun kepada sesama manusia”.