Beralamat Hutan Rimba

Kita beralamat di tengah hutan rimba di mana setiap makhluk boleh berteriak, menuding, memaki dan memfitnah, tanpa terbentur oleh tembok tanggung jawab. Hutan belantara tidak memerlukan tembok. Siapapun bisa melakukan kecurangan, kekufuran, kedhaliman dan penggelapan, tanpa kawatir akan mendapatkan akibat apa-apa. Sebab hutan belantara tak ada batas nilainya, tidak ada perjanjian antar makhluk-makhluknya, tak ada tata ruang dengan aturan-aturannya. Hukum bisa ditegakkan untuk mencelakakan. Negara bisa dibangun untuk menyamarkan perampokan. Bahkan agama bisa dikerudungkan sebagai pakaian untuk pencurian dan penipuan.

Kita beralamat di tengah hutan rimba di mana setiap makhluk boleh berteriak, menuding, memaki dan memfitnah, tanpa terbentur oleh tembok tanggung jawab.