Reportase Kenduri Cinta September 2014

United Nations of Nusantara

Tadarus Surat Al Hujurat dibacakan bersama-sama secara tartil mengawali Kenduri Cinta edisi September kali ini. Seperti yang sudah disepakati bersama oleh para penggiat di forum-forum Maiyah lainnya; Padhang Mbulan, Kenduri Cinta, Bangbang Wetan, Mocopat Syafaat, Juguran Syafaat dan Gambang Syafaat bahwa tadarrus Al Qur’an secara tartil dan terpimpin kemudian dilengkapi dengan 3 jenis wirid; Hasbunallah, Padhang Mbulan dan Shohibu Baitiy dalam format pembukaan forum Maiyahan setiap bulannya.

Reportase Ngaji bareng Cak Nun KiaiKanjeng di Graha Merah Putih, Bandung

Membangun Karakter Ihsan dengan Al-Qur’an

Sehari sebelumnya (14/6) Cak Nun dan Kiai Kanjeng bermaiyahan di Candi Borobudur. Pada Acara tersebut Cak Nun berbicara tentang Borobudur sebagai Pusaka. Senin sore (15/6), Cak Nun dan Kiai Kanjeng diundang dalam Peringatan Nuzulul Qur’an dengan Tema “Membangun Karakter Ihsan dengan Al-Qur’an” yang bertempat di Graha Merah Putih Telkom indonesia, Bandung.

Dalam mukadimah acara disampaikan oleh Bapak Arief Yahya – Dirut.

Reportase Kenduri Cinta Juli 2014

Tanah Tumpah Darahku

Kenduri Cinta edisi bulan Juli 2014 ini bertepatan dengan bulan Ramadlan, dimana pada Kenduri Cinta biasanya dimulai pukul 20:00 WIB, maka pada bulan ini dimulai setelah sholat teraweh. Masyarakat umum dan masyarakat Maiyah terlihat perlahan mulai memenuhi lapangan parkir Taman Ismail Marzuki yang sudah menjadi lokasi Kenduri Cinta selama 14 tahun ini.

Pukul 21:00 WIB Kenduri Cinta dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an juz ke-17 yang dilanjutkan dengan sholawat “Indal Qiyam”. 

Reportase Kenduri Cinta Mei 2014

Menebus Nusantara

Kenduri Cinta Mei 2014

Reportase Kenduri Cinta Mei 2014: Menebus Nusantara

Tepat pukul 20.00 Wib Kenduri cinta edisi Mei dibuka dengan pembacaan surat yaasin kemudian dilanjutkan dengan membaca juz 17. Jama’ah yang sudah hadir di pelataran parkir Taman Ismail Marzuki mulai merapat ke dekat panggung, sebagian ada yang naik ke panggung untuk ikut membaca Al Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan shalawatan yang dipimpin oleh Mas Sholeh dan beberapa teman-teman penggiat Kenduri Cinta.

Reportase Kenduri Cinta Pebruari 2014: Postimis

Jum’at sore (14/2) di pelataran Taman Ismail Marzuki, Cikini – Jakarta sudah mulai tampak beberapa orang mempersiapkan untuk Maiyahan bulanan Kenduri Cinta yang rutin diselenggarakan pada jum’at kedua. Level, panggung yang hanya setinggi mata kaki sudah tersusun rapi, sebagian menyiapkan sound yang sudah menjadi langganan disetiap bulanannya. Juga tak lupa karpet terpal mulai digelar dan dibersihkan. Menjelang magrib beberapa pedagang mempersiapkan dirinya, tertib dan rapi seolah sudah menjadi langganan menempati posisinya masing-masing, penjual kacang rebus, tukang kopi keliling, penjual tahu gejrot, tukang bakso, hingga gerobak angkringan juga parkir pada tempatnya sendiri-sendiri, tidak saling menggangu, mereka menikmati betul bagaimana rasanya mencari barokah secara bersama-sama.

Reportase Kenduri Cinta Januari 2014: AHMAQ!

Jumat malam tanggal 10 Januari 2014, Kenduri Cinta kembali digelar di pelataran Taman Ismail Marzuki. Meski hujan masih turun rintik-rintik dan menyisakan genangan air di mana-mana, satu demi satu jamaah datang merapat. Sesudah ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan, kelompok musik Biang Kerok turut menghangatkan suasana dengan membawakan beberapa lagu Betawi.

Judul yang diangkat kali ini merupakan elaborasi dari satu term yang sempat disebut pada Kenduri Cinta bulan sebelumnya, yakni ahmaq.

Reportase Kenduri Cinta April 2013

Jazz Tujuh Langit

Ada yang berbeda dalam tata panggung Kenduri Cinta edisi April 2013 yang jatuh pada tanggal 12. Bonang, Saron, Rebana, Kendhang, berjajar rapi di atas panggung – yang ukurannya lebih luas daripada biasanya – bersama dengan biola, keyboard, saxophone, drum. Belum saja pukul setangah delapan malam, jamaah sudah ramai berdatangan, mengisi baris-baris gelaran di depan panggung, turut menikmati gladi resik kelompok Kiaikanjeng yang berkolaborasi dengan Beben and Friends.

Reportase Kenduri Cinta Maret 2013: Asongan Akherat

Pada Jumat kedua bulan Maret, kembali terselenggara forum diskusi bulanan Kenduri Cinta di pelataran parkir sebelah timur Taman Ismail Marzuki. Dua puluh tujuh menit lepas dari pukul sembilan malam, dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, beberapa sesepuh Kenduri Cinta memaparkan poin-poin awalan untuk mengantarkan jalannya diskusi.

Mas Rusdi menyoroti adanya perbedaan di antara kreativitas dan inovasi. Yang tumbuh di masyarakat, dari kata ‘kreatif’ bisa memproduk ‘reaktif’.

Asongan Akherat

Siapa tak kenal pedagang asongan? Turun-naik bus kota, menjajakan aneka pernik. ada Dari makanan, minuman, tissue, majalah-majalah tahun kemarin, buku mewarnai, topeng, sandal kesehatan, jepit rambut, gunting kuku, dan aneka ragam barang-barang ajaib lainnya. Ulet menjajakan dagangan, melawan terik dan dingin malam. Berpindah dari satu kendaraan umum, ke angkutan lain. Bertaruh dengan ketidakpastian, menjajal nasib.

Pedagang asongan adalah spekulan ulung. Jika dilihat dari kacamata Ilmu Ekonomi, kegiatan para pedagang asongan ini pasti mempertaruhkan pengorbanan yang sangat kecil.