Ada Baiknya Bertanya Kembali tentang Negara Ini

Hari Santri yang tengah diperingati ini dipilih tanggalnya dengan tanggal ketika Hadhrotusy Syaikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 untuk mengusir penjajahan atas bangsa dan negara Indonesia. Pembelajaran pada malam ini bersama para narasumber dan seluruh santri melihat kembali sejumlah hal dasar seperti beda antara santri dan pelajar, peran dan posisi santri, hubungan antara ilmu santri dan kebudayaan Jawa, tumbu ketemu tutup, dan dalam konteks itu sejumlah poin telah coba Cak Nun sumbangkan.

Jamaah Maiyah AKAP

Empat hari berturut-turut Tadabburan seperti malam ini bukanlah Maiyahan rutin seperti Padhangmbulan atau Mocopat Syafaat yang rutin diikuti Jamaah Maiyah, melainkan pertemuan yang diselenggarakan oleh masyarakat luas untuk keperluan tematik mereka sendiri.

Persamaan Santri dan TNI

Tentunya Cak Nun punya pendapat tersendiri mengenai Hari Santri, tetapi karena konsentrasi malam ini adalah mengantarkan dan menemani Rabithah Ma’ahid Islami (RMI) Ponorogo beserta para santri untuk memperingati Hari Santri, maka Cak Nun dan KiaiKanjeng berupaya memberikan yang terbaik untuk menyumbangkan pengalaman dan view yang mendorong santri secara mandiri menemukan kesadaran akan kekuatan diri mereka.