Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) menelusuri alam(default)nya manusia dan kehidupan, mengijtihadi (mengkhalifahi)(mengkreatifi)(custom, carangan) budidaya sosial (dari ulat-kepompong-kupu hingga politik dan peradaban) agar memasuki masa depan yang segelombang dengan yang dirancang dan diwujudkan oleh Maha Pengqadla dan Pengqadar.

Website Twitter Facebook Google+

Bakteri-bakteri Ketidakberdayaan

Panjang Brakodin mengungkapkan kembali apa yang didengarnya dari Mbah Sot, “Setiap kali kegembiraanku dipadamkan oleh keadaan dunia, kuingat-ingat kembali yang kutulis: Inikah yang membuat di kesempurnaan Kitab-Mu Engkau mewahyukan Iqra`?

Di Sisi Singgasana

“Begini saja, Ruk”, saya coba menengahi, “daripada teman-temanmu ribut, saya akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan saja, supaya alur informasinya lebih tertata”

“Siap, Mbah”, kata Beruk.

Diplopia Sesembahan

“Siapa yang menjaga manusia dari bahaya diplopia penyembahan itu?”, tanya Mbah Sot.

Tuhan di Bilik Terpencil

Mbah Sot sangat takjub kepada akal dan logika Nabi Isa:

Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku.

Engkau dan Ibumu

Mbah Sot mengeluh amat mendalam sampai cengeng, “Andaikan aku berilmu, apa yang bisa dibanggakan dari ilmu itu kalau kebanyakan penduduk dunia menuhankan yang bukan Tuhan.

Mengancam Diri Sendiri

Kalau mereka minta didoakan, lantas tidak atau belum terkabul, aku yang disalahkan dan dinilai bahwa doaku tidak maqbul, bahwa kedudukanku di hadapan Allah tidak mencukupi untuk dikabulkan

Bola Mata Meloncat Keluar

Nabi Musa As ditanya oleh salah seorang dari ummatnya: “Wahai Nabiyyallah, adakah hamba Allah yang lebih tinggi maqamnya di sisi Allah?”.

Berebut Hiasan Dunia

Mbah Sot berasal dari keluarga yang terbiasa menikmati hidup jelata karena dirahmati kemiskinan oleh Allah.

Siapakah Selain Engkau

Hidup di dalam kurung beberapa puluh tahun ternyata tidak lantas membuat Mbah Sot menjadi tenang.