Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Daur-I • 163

Tak Ada Juara di Dunia

Sambil tengkurap meregang-regangkan tubuh, Barkodin bertanya: “Kira-kira masih berapa ratus lagi alasanmu untuk menolak dunia maya?”

“Sebenarnya satu saja”, jawab Markesot, “cuma di dalam satu terdapat titik-titik yang jumlahnya tak terbatas…”.

Daur-I • 162

Revolusi Silaturahmi

Ketujuh, semua manusia di dunia menyimpulkan bahwa yang mereka sebut teknologi informasi yang sedang gegap gempita sekarang ini, telah melahirkan revolusi komunikasi.

Daur-I • 161

Barkodin Yang Malang

Barkodin pergi, sehingga terpotong penjelasan Markesot.

Maksud Barkodin tadi ketemu Markesot untuk senengseneng. Karena biasanya Markesot selalu enak diajak ngobrol, bersenda gurau dan berkelakar-kelakar.

Daur-I • 160

Yutab-yutub

Pantas Markesot mengambil jarak sangat jauh dari semesta IT. Ngakunya tindakan itu ia lakukan berdasarkan alasan teologis dan ideologis, tetapi kebanyakan orang di sekitarnya tahu sebenarnya itu semata-mata karena Markesot memang jadul dan gaptek.

Daur-I • 159

Manusia Terlalu Sibuk Manusia

Manusia terlalu sibuk manusia. Manusia terlalu sibuk sebagai manusia. Manusia terlalu peduli pada dirinya sebagai yang ia sangka benar-benar, sungguh-sungguh, sebelum dan sesudahnya, adalah manusia.

Daur-I • 158

Tanpa Ilmu Kemerdekaan

Manusia sangat mengagung-agungkan kemerdekaan.

Jagat besarnya disebut kemerdekaan, jagat kecilnya, yang berlaku individual, subjektif dan pragmatis, disebut kebebasan. Manusia mengerek bendera universal dengan jargon “kemerdekaan universal”, “kemerdekaan manusia dan kemanusiaan”.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image image link