Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Gusti Ratu Ibu

Meskipun aku bukan faktor, bukan pemeran apapun, sepenuh-penuhnya hanya rakyat kecil, pun tidak diminta atau dibutuhkan oleh pihak manapun – tetapi karena cinta dan rasa sayang kepada Yogya: maka hal Keraton Yogya, saya menyusun lima tingkat pandangan.

Daur-II • 222

Ahlul Gua Sirna

Tetapi kalau menurut Allah “Kami kisahkan kepadamu Muhammad cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”.

Daur-II • 221

Peristiwa Kahfi kah atau Bukan

Hanya sejauh itu yang Seger dan teman-temannya sempat dan pernah mendengar dari Mbah Sot melalui Pakde dan Paklik mereka. Masih sangat banyak sisi dan detail yang mereka bayangkan, tetapi tidak mereka peroleh kejelasannya.

Gudèl Ngeloni Kebo

Bertubi-tubi sejumlah pembaca bertanya: “Kok tulisan Sampeyan mubeng-munyer, berputar-putar dan bertele-tele?”

“Saya menyesuaikan karakter dan irama”, saya menjawab seperlunya, “apa yang tidak mubeng-munyer di Negeri ini.

Daur-II • 220

Disembunyikan, Disamarkan, Di-Jahr-kan

Andaikan tak terjadi bencana pertama yang menghancurkan perekonomian Kerajaan Besar, tetap saja sangat nyata ancaman dari bencana kedua dan ketiga. Bencana kedua merupakan semacam wabah yang mungkin tak bisa disembuhkan oleh satu millenium berlangsungnya sejarah.

Daur-II • 219

Seratus Orang Sekian Generasi

Bagi Pemuda Wali Kubro, “Sirno Ilang Kertaning Bhumi” bukan sekedar menandai waktu atau tahun 1400. Juga bukan sekedar kehancuran Kerajaan Besar yang ia pandu bertransformasi ke arah barat utara sebagai perwujudan hijrah Negara dan peradaban.

Revolusi Konstitusi

Yogya adalah universitas pembelajaran ilmuku. Kehidupan rakyat Yogya adalah pesantren lelaku tirakatku. 47 tahun domisili Yogyaku adalah sumur tanpa dasar di jauh padang pasir pengembaraanku.

Daur-II • 218

Detauhidisasi

Itulah yang disebut bencana kedua oleh Pemuda Wali Kubro. Pertama kehancuran Kerajaan besar oleh metabolisme alam. Kedua datangnya para perompak dari benua lain, yang tujuannya tidak sekadar menjambret harta benda kekayaan alam Nusantara.

Daur-II • 217

Memenggal Info Tuhan

Bumi sebagai pusat peradaban jagat raya hasil Abad Pencerahan alias Abad Penggelapan itu menata pendidikan Sekolah, kebudayaan masyarakat dan peradaban secara keseluruhan, terutama mesin politik globalnya – dengan meletakkan Tuhan dan langit hanya sebagai faktor tersier yang berfungsi mitologis.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image image link