Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Keajaiban Lupa

Dominasi keajaiban dan hegemoni lupa serta hampir sirnanya logika dan kesadaran membuat rakyat, masyarakat, publik, kelompok, bahkan per manusia, membuat mereka sama sekali tidak bisa membedakan lagi mana hak mana kewajiban.

Dibubarkan, dan Foto Bareng

Di tahun 1991 sesudah hampir dua puluh tahun tidak ada demonstrasi mahasiswa, sahabat-sahabat muda Mbah Markesot bikin acara demo besar di Boulevard Universitas Gadjah Mada, yang diberi judul “Anti Kekerasan”.

Akal Ajaib

Sepanjang sejarah sejak Nabi Adam ada dua mesin manusia: akal sehat dan akal tidak sehat.

Para Penguasa Menyangka (2)

Para Penguasa berpikir bahwa Tuhan bukan hanya tidak berkuasa atas diri mereka, lebih remeh dari itu: Tuhan bisa diperdaya, dimanfaatkan, ditunggangi, diregulasi, dimanipulir, diperalat, dijadikan properti kamuflase, pemalsuan dan penggelapan.

Bermacam Cara Pembubaran

“Bukan perkara pelik untuk melawan penguasa lalim, kalau benar-benar penguasa lalim dan rakyat tidak salah persepsi bahwa mereka adalah penguasa lalim.

Para Penguasa Menyangka (1)

Para penguasa mendewa-dewakan jabatannya sambil mempercayai bahwa kekuasaannya melebihi hakekat pergantian siang dan malam.

Ilmu dan Mental Menyikapi Keadaan

Keberhasilan dan kebahagiaan hidupmu tidak terutama tergantung pada keadaan-keadaan yang baik atau buruk di luar dirimu, melainkan tergantung pada kemampuan ilmu dan mentalmu menyikapi keadaan-keadaan itu.

Membubarkan Negara

“Saat ini saya hanya bisa bantu doa semoga pada saatnya nanti bangsa kalian bisa mendirikan Negara”, demikian pesan Markesot kepada Brakodin, Sundusin dan Tarmihim sebelum pamit pergi bersama Mbah Shoimun, “maafkan saya tidak berani menyentuhkan jari-jari saya ke keadaan ini, sebab hasil dari sentuhan itu pasti akan menambah kemungkinan benturan besar yang menyedihkan, mungkin bahkan mengerikan”

Suatu kali tiga sahabatnya itu mencoba membuntuti Markesot.

Ilmu Apa Gunanya

Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah?

Memilih Jadi Budak

Dunia ini masih dipimpin oleh orang yang lebih memilih kenyang meskipun dijadikan budak daripada lapar tapi bertahan harga dirinya.