Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Mengatasi Masalah

Ada kalanya suatu masalah diselesaikan tidak dengan berhadapan dengan masalah itu.

Hidup “La Ilaha”

Lebih serasa hidup dengan ‘tidak’ yang benar-benar ‘tidak’, daripada ‘ya’ tetapi pada hakikinya tidak ‘ya’.

Indah dan Menggembirakan

Belum sempat menyentuh makanan pesanannya di area warung lesehan terkenal, Markesot tiba-tiba mendengar suara gedebug-gedebug.

Hancur Oleh Kata

Negaramu semakin hancur oleh satu kata dibantu oleh beberapa kata.

Ango`an Potèh Tolang, Setnov

Andaikan Markesot dikenal oleh Setya Novanto dan ditanya tentang keadaannya hari-hari ini, mestinya Markesot menjawab begini: “Etembang potèh mata, ango`an potèh tolang, ta`iye!

Cinta Sejati

Setelah engkau mengalami kehidupan di muka bumi lebih 60 tahun, engkau menemukan di kedalaman yang sunyi dari samudera kalbumu, bahwa persaudaraanku dengan siapapun yang berdasarkan hubungan darah, kalah tinggi kemuliaan nilainya dibanding persaudaraan yang bersumber dari kesamaan iman.

Mewanti-wanti Diri

Engkau wanti-wanti dirimu sendiri: cukuplah engkau tekuni pencarian dirimu di dunia sampai kelak berjumpa dengan-Nya, cukupkan engkau tingkatkan pembuktikan kasih sayang dan tanggung jawabmu kepada keluarga, betapapun sulitnya itu, bahkan seringkali serasa mustahil.

Kegembiraan Bersedekah

Sebab bergembira dan dengan kegembiraan, seseorang menggembirakan 13.250 keluarga dengan menyedekahkan tak kurang dari 7 (tujuh) triliun rupiah untuk membangun rumah-rumah mereka.

Menasehati Diri

Engkau memperingatkan dirimu sendiri. Engkau menceramahi dirimu sendiri.