Pemimpin-43

Akulah enthok enthing, ndas gedhe awak nglinthing.

Kepalaku terlalu besar dan bengkak. Badanku kurus kering. 

Aku dihimpit di antara tanah Materialisme dan gunung Kapitalisme, dikurung dalam jeruji Industrialisme, dicekoki makanan Hedonisme yang memberati jiwaku.

Tumor ganas hampir sepanjang umurku.

Di luar sana berlangsung acara debat para calon Presiden, yang amat kukagumi keberaniannya yang luar biasa.

Aku ucapkan selamat kepada mereka semua. Berani berdiri tegak di maqam yang aku menyaksikannya saja ngeri.

Hatiku lemah, mentalku rapuh, takkan berani menapakkan kaki di jalanan yang longsor di esok hari.

Buku Cak Nun Majalah Sabana