Sakti Tanpa Senjata

Tatkala orang penuh gerak dalam diam, merdeka tanpa bermaharajalela, menjadi kaya tanpa menguasai, memukul tanpa menggunakan gerak, ia pun sakti tanpa aji, menang tanpa merendahkan. Sebab orang menjadi sakti setelah meletakkan senjata, orang menjadi kaya sesudah mengalahkan harta benda, orang menjadi merdeka sesudah menghempaskan nafsunya. Ia sampai kepada yang inti. Ia menggapai yang sejati. Yang sejati itu tak kelihatan. Yang kelihatan itu tak kelihatan, ketika nanti berakhir kesementaraan.