Daur-II • 072

Balik Kanan Balik Kiri

“Aku ini bukan siapa-siapa, yang berposisi dan berhak untuk menitipkan apapun kepada siapapun, apalagi menyangkut nasib rakyat sebuah Negara besar. Tetapi kalian memang harus menjaga mereka, sambil mempersiapkan diri, sampai saat Allah akan membangunkan mereka kembali di Hari Kebangkitan”

Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah hati kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka”. [1] (Al-Kahfi: 18).

“Allah menidurkan mereka karena sebagai rakyat mereka tidak memiliki kesanggupan intelektual untuk menampung beban penipuan yang ditimpakan. Mereka sangat berada di dalam hikmah secara spiritual, serta memiliki ketangguhan mental untuk berada pada posisi dianiaya berabad-abad lamanya. Tetapi sebagai masyarakat mereka belum sanggup mengurai dan menata kembali proporsi Neraka yang diinformasikan sebagai Surga kepada mereka, serta sebaliknya. Mereka diombang-ambingkan dan ditiup seperti daun kering dan asap di antara Bumi dengan Langit. Allah menidurkan mereka karena tipu daya globalisasi itu terlalu dahsyat bagi mereka”

“Jasad sejarah mereka, kebudayaan dan kemanusiaan mereka, diombang-ambingkan oleh pertarungan Ideologi-ideologi, Institusi-institusi Politik dan lalu lintas keuangan, yang membalik-balikkan posisi sejarah mereka ke kanan dan kiri. Maka demi mendalamnya cintaku sebagai orang tua kepada mereka, aku numpang ikut menitipkan keterlindungan mereka di dalam Gua itu dengan kaki anjing kalian”.