Daur-II • 071

Allah Menidurkan Mereka

Ternyata Markesot sangat serius dengan pembicaraan anjingnya. Suatu malam ia berkata kepada Brakodin, Sundusin, Tarmihim, dan sejumlah warga Patangpuluhan lain yang kebetulan hadir:

“Kalian adalah kaki depan anjing Qithmir yang menjulur keluar pintu Gua Kahfi. Selama tiga abad lebih siapa saja yang melewati Gua itu, juga demikian pengetahuan masyarakat luas: berkesimpulan bahwa Gua itu adalah sarang anjing. Anggapan atau bahkan tuduhan sejarah bahwa wilayah itu adalah sarang anjing, sesungguhnya sekaligus merupakan perlindungan bagi para penghuni Gua Kahfi yang ditidurkan oleh Allah”

“Aku turut menitipkan kepada kalian para kaki anjing agar menjadi alat yang lestari, setia, dan istiqamah untuk menjadi alat perlindungan bagi rakyat yang teraniaya sehingga disembunyikan oleh Allah di dalam keremangan Gua sejarah itu. Rakyat di dalam Gua itu adalah Kakek Nenek Bapak Ibu dan saudara-saudara kalian sendiri. Mata uang sejarah mereka tidak laku, sebab rakyat tidak lagi berposisi sebagai pengambil keputusan. Mereka dikelabuhi, diperdaya, dimanfaatkan, dan hanya boleh hidup sepanjang patuh kepada eksploitasi dan manipulasi atas mereka. Mereka tiba-tiba menjadi warga dari Negara yang mereka tidak paham. Sesudah gerakan besar di seberang benua yang bernama Re-Birth, Renaissance, rakyat kalian ditidurkan oleh Allah di Gua ketidakberdayaan, kegelapan, ketidakmengertian, dan kebodohan”

Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur[1] (Al-Kahfi: 18).

”Allah yang menidurkan mereka. Tiga abad lebih. Allah menyayangi mereka dan merencanakan sesuatu di masa depan. Aku turut menitipkan kepada kalian. Bukan karena aku berhak menitipkan…”

search cart twitter facebook gplus whatsapp telegram youtube image ornamen-left ornamen-right ornamen-center iqra