Novia Kolopaking dan Pemilik Saham

Para artis penyanyi Indonesia pada umumnya mungkin sudah keliling dunia secara hampir merata, sementara Novia Kolopaking paling jauh hanya pernah pentas musik di sekitar 35an kota-kota di luar Indonesia, misalnya kota-kota di England – Manchester, Leeds, Birmingham, dan tentu saja London; atau kota-kota di Mesir – ElFayoum, Alexandria, Thantha, Ismailiya, Kairo, juga tentu saja beberapa kali di Melbourbourne, Sydney, Adelaide dan Canberra Australia; atau Teramo, Napoli, Roma, dan khusus bernyanyi di Vatican ketika wafatnya Paus Johannes Paulus II; di luar itu kota-kota seperti Busan, Soule, Abu Dhabi, Hongkong, Taipei, Ipoh, Aberdeen, Kuala Lumpur, Brunei Darussalam, dan lain sebagainya. Dengan beberapa kota mengundangnya dua atau tiga kali. 70 persen pengundang Novia di luar negeri bukanlah masyarakat Indonesia disana, melainkan lembaga-lembaga atau komunitas masyarakat asli negara yang bersangkutan.

Tour panjang terakhir yang dilakulan Novia bersama KiaiKanjeng adalah tiga minggu tampil di 9 kota Netherland, di 19 gereja Protestan, Katholik, Synagoge dan Masjid-masjid. Perjalanan keliling itu atas undangan dari Organisasi Gereja-gereja Protestan Negeri Belanda.

Bersama KiaiKanjeng juga Novia masih punya “hutang” untuk memenuhi undangan dari East West Center di Honolulu Hawai, untuk juga dikelilingkan ke beberapa negara bagian Amerika Serikat. Di luar itu hutang juga untuk pentas di lima negara Timur Tengah, sementara untuk Australia kembali seharusnya bulan Juli 2010 yang lalu, terundur November 2010, dan ditunda lagi oleh manajemen MVKK ke April 2011. Sebenarnya MVKK sendiri diam-diam punya keinginan tour di Afrika Utara: Mesir, Lybia, Aljazair, Maroko dan seterusnya, tapi baru Allah yang menyimpan rahasia doa itu. Atau asyik juga keliling jalan darat di seputar Thailand, Kamboja, Vietnam.

Novia keliling dunia justru sesudah di Indonesia tidak dikenal lagi sebagai artis. Setiap ditanya wartawan apa kegiatannya selalu menjawab, “Saya ibu rumah tangga dari tiga anak yang masih kecil-kecil”.

Di manapun kalau ada orang menghampiri, mengerubungi, bersalaman, minta tanda tangan dan berfoto bersama, Novia menolak itu semua kalau para penggemarnya tidak meralat sebutan “artis” atau apalagi “selebritis” kepadanya. Kalau khalayak bertahan dengan sebutan itu sampai beberapa kali, Novia akan tidak bersabar, bermuka berang dan pergi meninggalkan.

Novia sering mengemukakan diforum bahwa artis itu profesi biasa sebagaimana Guru atau tukang ojek. “Bahkan artis itu modalnya 90 persen dari Tuhan, yakni suara yang indah dan bakat bernyanyi, yang tidak dianugerahkan kepada setiap orang. Jadi tidak ada istimewanya sejak usia 7 tahun saya nyanyi, sebab pemegang saham utamanya adalah Tuhan”.

Novia keliling dunia memang tidak dengan meletakkan diri sebagai artis penyanyi, sebab kehadirannya bersama KiaiKanjeng di berbagai negara berangkat dan bertujuan sosial, kebudayaan dan kemanusiaan yang jauh lebih luas dari perhubungan entertainment dan idolatrik antara penyanyi di panggung dengan audiens di gedung.

dipublikasikan oleh CakNun.com