Air Ketuban Konsep Ekonomi Barokah

Di lingkaran Maiyah Tuban, khususnya lingkaran Paseduluran Tunggal Kareb, alhamdulillah telah bergulir model pemberdayaan ekonomi masyarakat Maiyah sebagaimana yang pernah digagas. Sebuah konsep ekonomi barokah, di tengah hegemoni model dan praktek-praktek ekonomi riba.

Dari Esei, Eseis, Manusia Hingga Warganegara

Esei

Esei bukan tulisan ilmiah yang dipersyarati oleh kaidah-kaidah keilmuan, kecerdasan dan kejernihan terhadap fakta, serta oleh teguh dan tajamnya logika. Tetapi beban esei bisa lebih berat, karena esei harus lebih meluas dan mendalam dibanding ilmu.

Lainnya dari caknun.com

Pilihan

Gerakan Indonesia Main-main

Istilah “Masyarakat Madani” sejak beberapa lama ini diucapkan oleh semua orang, dari Presiden sampai Ketua RT, dari veteran sampai ABG, dari sarjana sampai tukang becak. Itu persis sebagaimana kaum terpelajar dulu membohongi rakyat dengan istilah “Tinggal Landas”, “Era.

Liputan

United Nations of Nusantara

Tadarus Surat Al Hujurat dibacakan bersama-sama secara tartil mengawali Kenduri Cinta edisi September kali ini. Seperti yang sudah disepakati bersama oleh para penggiat di forum-forum Maiyah lainnya; Padhang Mbulan, Kenduri Cinta, Bangbang Wetan, Mocopat Syafaat, Juguran Syafaat dan Gambang Syafaat bahwa tadarrus Al Qur’an secara tartil dan terpimpin kemudian dilengkapi dengan 3 jenis wirid; Hasbunallah, Padhang Mbulan dan Shohibu Baitiy dalam format pembukaan forum Maiyahan setiap bulannya.

Cermin

Pembunuh dan Penyembelih

Seusai mengaji Al-Qur’an bersama, disebuah surau, terdengar suara Pak Guru berbicara tentang keburukan kepada murid-muridnya.

“Kenapa dalam kenduri tadi malam tak kita sebut Fulan membunuh ayam, melainkan Fulan menyembelih ayam? Kenapa Fulan tidak disebut pembunuh, melainkan penyembelih?”

“Karena kebaikan dan keburukan itu bentuk pekerjaanya bisa sama, tetapi berbeda perhubungan nilai dan haknya.