Panduan Maiyah 17 Juli 2014

Meneguhkan Mabdâ Maiyah, Merumuskan Keteraniayaan

Semakin Canggihnya Bentuk Penjajahan

Panduan ini berlaku universal sekaligus kontekstual melalui terapan pola komprehensi berpikir Maiyah, tanpa tergantung bagaimana keadaan yang segera akan berlangsung, juga tidak berubah oleh siapapun yang berkuasa dan tidak berkuasa.

Setelah berempati, mengamati, mengalami, menyelami dan merenungi tahap- tahap proses Pileg dan Pilpres NKRI 2014, Masyarakat Maiyah dengan kecerdasan akal, kepekaan batin dan kewaskitaan membedakan antara yang tersurat dengan yang tersirat — telah memperoleh pembelajaran sejarah yang sangat besar, sehingga Masyarakat Maiyah semakin memahami dan mengerti:

  1. Semakin transparan dan semakin canggihnya bentuk-bentuk penjajahan baru, yang ujung tombaknya adalah penjajahan informasi, dengan hulu ledak rekayasa penguasaan atas Negara dan Bangsa, yang mesiunya adalah manipulasi, tipudaya dan dis-informasi, dan yang sasaran ledaknya adalah pembodohan absolut dan keterjajahan total.

    Selengkapnya

Demokrasi dan ‘Egomania’

Saya menduga keras bahwa secara ilmu bahasa, istilah ‘egomania’ tampaknya tak bisa dibenarkan. Tetapi saya tidak sanggup menjumpai idiom lain untuk mewakili apa yang hendak saya jelaskan.

Ialah suatu kondisi mentalitas di mana ‘kosmos kepribadian’ seseorang hampir seluruhnya diisi oleh hanya dirinya sendiri. ‘Dirinya sendiri’ itu mungkin lebih gamblang kalau saya sebut ego-pribadi, atau bahasa umum menyebutnya ‘interest pribadi’. Idiom yang saya gunakan itu memakai kata ‘mania’ untuk menerangkan kadar kepenuhan interest pribadi itu di setiap sepak terjang seseorang.

Selengkapnya

Surat Liar Dari Tanto Mendut Menjelang PILPRES

1. imunitas penting di komunikasi sosiologi kontemporer. Masak masih menterjemahkan makna mapan tentang hasutan iklan kampanye, cairnya fitnah keji surplus isue,ndobosnya reriungan kentongan ronda dan crewetnya penyiar televisi sekenanya dan sampah personalia massif jalur on line yang semakin tak terbatasi waktu saur Romadhon selain begadangnya pengangguran peradaban, ataukah belum imun mesti memisahkan antara piala dunia Brazil dan kegalauan dua kubu pilpres…..?

Selengkapnya

17 Juli 2014: Maiyahan Bersama Timnas U19

Bersama Timnas U19-1

Sesudah beberapa kali pertemuan dengan Cak Nun dan Sabrang serta lingkaran Kadipiro, pelatih kesebelasan nasional U-19 Indra Syafri bersama para official kesebelasan nasional U-19 serta pemain utamanya Evan Dimas dan Ilhamudin akan hadir di Majlis Masyarakat Maiyah Mocopat Syafaat 17 Juli 2014 di Yogyakarta.

Evan dan Ilham pukul 22.00 harus undur diri karena disiplin program irama pelatihan, tapi Pelatih Indra Syafri akan melanjutkan diskusi dan perenungan dengan Jamaah Maiyah.

Selengkapnya

Masyarakat Lebah Tidak Individual

Ilustrasi Artikel: Masyarakat Lebah Tidak Individual

Ketika seseorang, komunitas ataupun organisasi bermaksud untuk mewujudkan cita-cita dan impiannya;  di mana manusia saling menghargai, menghindari penindasan, terus menerus menumbuhkan cinta kasih, waspada terhadap setiap gejala ketidak-adilan, peka untuk tidak terjerumus ke dalam perilaku diskriminasi, merendahkan sesama manusia atau sebaliknya: menjunjung manusia terlalu berlebihan sehingga men-dewa-kannya. Juga impian untuk membangun peradaban yang lebih baik dan adil, membangun harkat, kepribadian serta kehidupan yang mandiri dan sebagainya….

Selengkapnya

Usulan untuk memecah kebuntuan selama ini

Universalitas Kalender Hijriyah

Pendahuluan

Setiap kali menjelang bulan Ramadhan ummat Islam di seluruh dunia dihadapkan pada ketidak- pastian bermulanya ibadah puasa. Ummat Islam di Indonesia termasuk yang beruntung, karena sudah terbiasa dengan perbedaan mazhab. Tetapi bagi ummat Islam di Malaysia dan Brunei Darussalam, harus menunggu fatwa “Mesyuarat Raja-raja Melayu”, yang terkadang baru diumumkan di hari terakhir bulan Sya’ban. Pernah pula suatu kali penulis mengalami kejadian yang paling aneh sewaktu di Jerman, yaitu berpuasa Ramadhan 31 hari lamanya, sebagai akibat dari kesilapan fatwa raja Arab Saudi di tahun 1992.

Selengkapnya

Refleksi SILATNAS Maiyah

Mengenal keluarga maiyah sejak satu tahun silam, rasanya saya seperti diakselerasi dalam menjalani kehidupan. Sebagai jabang bayi, saya masih tak mengerti apa-apa. Hanya sedikit yang saya pahami, namun rasanya semua seperti nyambung. Secara tidak langsung berproses di maiyah dan jurusan Psikologi membuat saya lebih memahami diri, memahami orang lain dan pada puncaknya bisa sedikit memahami belaian cintaNya. Ibarat air, siapapun kita hari ini, jika dirunut muaranya hanya satu, Laut.

Selengkapnya