Headline

Menyambut DAUR

Hari ini genap delapan hari, rubrik baru DAUR telah hadir menjumpai jamaah Maiyah. Rubrik ini secara khusus lahir untuk mengantarkan tulisan-tulisan baru Cak Nun kepada jamaah Maiyah dengan kekhasan pendekatan dan pola yang dimilikinya. Setiap hari Cak Nun menyempatkan diri menulis DAUR dan secara berkala mengirimkannya kepada CAKNUN.COM.

Daur

Dari Semesta Cak Nun
Untuk Dunia Jamaah Maiyah

Anak Asuh Bernama Indonesia

Engkau tidak perlu mubadzir menghabiskan umur menunggu rasa kecewa dan kecele oleh kehidupan, tidak perlu berpanjang-panjang melewati jalan kebingungan, kubangan frustrasi atau padang pasir keputusasaan — untuk mempercayai dan memakai berikut ini dalam kehidupanmu:

“Bahwa keberhasilan dan kebahagiaan hidupmu tidak terutama tergantung pada keadaan-keadaan yang baik atau buruk di luar dirimu, melainkan tergantung pada kemampuan ilmu dan mentalmu menyikapi keadaan-keadaan itu”.

Tajuk

Pustaka Emha

Congratulation, Ustad

ADA 10 tokoh sejarah dari Jombang, Jawa Timur, yang di masa hidupnya menjadi penghuni panggung utama sejarah Indonesia. Hadlratus Syeikh Hasyim Asy’ari, pendiri organisasi keagamaan terbesar se-Nusantara sampai hari ini: Nahdlatul Ulama.

Asepi

Belajar Otentisitas Kepada Anak-Anak

Sinau Bareng Cak Nun Jagalan

Perjalanan Cak Nun dan Gamelan KiaiKanjeng yang sudah mencapai angka lebih dari 3600 di berbagai tempat, mulai dari alun-alun di kota besar, hingga pelataran Masjid di sebuah kampung menjamah berbagai lapisan masyarakat.

Khasanah

Maiyahan

Simpul Maiyah

SHOLAWAT – Proses dan Prosesi

Suara bising motor saling menyapa terdengar di seberang jalan sana. Maklum, malam minggu tiba. Seakan semua anak muda keluar dari persembunyiannya selama ini dan menikmati angin malam sepuasnya.

Mènèk Blimbing

Anak SMP/SMA Kok Ber-Maiyah

Di tengah serbuan media informasi dan telekomunikasi dalam bingkai industrialisasi yang “liar’ saat ini, apa yang terbayang di benak kita tentang anak-anak remaja yang masih duduk di bangku SMP/SMA ?