Buku Sejati “Si Anak Jadah”

Gus Blero pasti bukan “nama materiil”nya, melainkan potret yang diambil oleh aspirasi sejatinya terhadap “materi kehidupan” yang mengepungnya dan yang melihat kesejatian itu sebagai nada “blero”. Mainstream nada yang di kurun ini sedang berlangsung (bukan sekedar dekade atau era, karena berlangsung terlalu berkepanjangan), di wilayah apapun: melihat isi buku ini sebagai sesuatu yang fals, melenceng, tidak populer, tidak marketable, dan “jadul” (seakan-akan kebudayaan, peradaban, Negara, sistem, yang sedang merajalela ini punya masa depan, padahal sesungguhnya wallahi ia sedang berada dipuncak kehancurannya, bahkan untuk sebagian hal: di gerbang kemusnahannya).

Sekolah Biasa Saja yang Luar Biasa

Biasanya, sekolah selalu membanggakan diri dengan menyebut sebagai sekolah luar biasa, unggulan, bonafide, favorit, terakreditasi, bertaraf internasional, dan lainnya. Biasanya pula sekolah selalu berburu prestasi, piala, serta tunduk-taklid pada standar kurikulum, metode pembelajaran, penilaian, kualifikasi guru, dan sarana-prasarana dari pemerintah resmi.

Lainnya dari caknun.com

Tour Hongkong

Komplitnya Ngaji di Chaiwan College

Cak Nun KiaiKanjeng Hongkong Tour 40

Gedung berkapasitas 1500-an orang itu benar-benar penuh. Sebagian bahkan rela mengambil tempat di luar ruangan. Usai puji-pujian bersama vokalis KiaiKanjeng, acara secara resmi dibuka. Mas Zainul mendapatkan kepercayaan dan kehormatan untuk menjadi qari.

Liputan

Terima Kasih Pak Toto

“Luar biasa” kata-kata ini mungkin sekarang sudah tidak luar biasa lagi. Tapi khusus untuk Workshop yang diselenggarakan di Juguran Syafa’at 3 hari ini, tidak ada ungkapan yang paling tepat kecuali “Luar Biasa….

Cermin

Para Pelawak dan Dasi

Para pelawak ada baiknya terus mengeksplorasi dan merambah lebih luas wilayah-wilayah tematik untuk bahan lawakan mereka. Misalnya kapan-kapan iseng bercerita tentang kebudayaan manusia modern dengan seutas dasi.

Kebudayaan manusia modern selalu menjelaskan dasi dalam konteks sopan santun, kepribadian kelas menengah, simbol gengsi, dan lain sebagainya.