Dari Cak Nun Hari Ini

Dari Cak Nun Hari Ini #0006

Untuk kesadaran manusia dewasa, prinsip dan disiplin puasa adalah kesempatan untuk melatih berlakunya nilai kemanusiaan dan mengingat kembali bahwa dalam kehidupan nyata sangat mungkin kita harus menjalankan puasa-puasa.

Esai

Pamangku Buwono
Mamayu Bawono

Pada suatu hari nanti, kepanjangan idiom PNS bukan lagi Pegawai Negeri Sipil, melainkan Pegawai Negara Sipil. Lebih tepatnya Pegawai Sipil Negara (PSN). Kalau memakai tata bahasa Jawa: Pegawai Sipil-nya Negara.

Dan apabila bangsa kita sudah menjadi lebih dewasa, diperjelas menjadi Pegawai Sipil Rakyat (PSR). Atau lebih tajam tapi halus: Abdi Rakyat (AR).

Akal Itu Ujung Jari Tuhan

Saya merasa heran, terkadang kagum, dan bahkan takjub melihat berbagai kecenderungan manusia sekarang, terutama dalam hubungannya dengan apa yang mereka sebut ‘akal sehat.’ Misalnya, kalau memang tidak benar-benar mau bekerjasama dengan Tuhan, kenapa tidak kita resmikan saja penghapusan sila pertama Pancasila. Saya tidak keberatan negara ini tak bertuhan, sebab memang tak ada kewajiban bagi negara untuk bertuhan.

Lainnya dari caknun.com

Tour Hongkong

Komplitnya Ngaji di Chaiwan College

Cak Nun KiaiKanjeng Hongkong Tour 40

Gedung berkapasitas 1500-an orang itu benar-benar penuh. Sebagian bahkan rela mengambil tempat di luar ruangan. Usai puji-pujian bersama vokalis KiaiKanjeng, acara secara resmi dibuka.

Berita & Informasi

Kulitnya Putih Matanya Sipit

Kenduri Cinta Juni 2015 - 01

Malam itu Kenduri Cinta mensyukuri perjalanannya selama 15 tahun, mencoba konsisten menyediakan ruang belajar berbagai ilmu kehidupan yang multidimensi. Ditengah hiruk pikuk kepenatan kehidupan ibukota, Kenduri Cinta menyediakan diri sebagai ruang terbuka bagi siapa saja yang bersedia belajar bersama, bukan untuk merasa paling unggul dan paling benar, tetapi bersama-sama mencari apa yang benar dengan cara yang adil, obyektif dan rendah hati.

Cermin

Bulan-Bulan Suci

Kita menghormati Ramadhan dengan selalu menyebutnya sebagai bulan suci Ramadhan. Mungkin karena Ramadhan memang khas. Ramadhan mengandung malam seribu bulan. Bulan penuh kekhusuan. Padanya al-Qur’an diturunkan, dan Allah sendiri begitu posesif terhadap ibadah puasa dengan mengemukakan bahwa ibadah yang satu ini khusus untukNya.

Majalah Sastra Sabana